UE Pilih Jalur Diplomasi Usai Trump Batalkan Ancaman Tarif Terkait Greenland
Dua puluh tujuh pemimpin Uni Eropa berkumpul di Brussels pada Kamis, 22 Januari, dengan satu fokus utama, meredakan ketegangan politik...
Read more
Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan bahwa negaranya tidak menginginkan perang dengan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan langsung kepada delegasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang tengah berkunjung ke Lebanon dalam rangka membahas perkembangan situasi di kawasan. Menurut Aoun, rakyat Lebanon sudah cukup menderita akibat konflik berkepanjangan dan saat ini negara membutuhkan stabilitas, bukan eskalasi militer.
Dalam laporan yang disampaikan oleh delegasi internasional, pernyataan Aoun muncul beberapa hari setelah perwakilan sipil Lebanon dan Israel mengadakan perundingan perdana mereka dalam beberapa dekade. Meski langkah tersebut dianggap sebagai sinyal positif, tidak semua pihak menyetujuinya. Menurut laporan AFP, pimpinan Hizbullah Naim Qassem menyebut keikutsertaan perwakilan sipil dalam perundingan sebagai “kesalahan langkah”. Meskipun begitu, ia tetap menyatakan dukungan terhadap diplomasi yang ditempuh pemerintah Lebanon.
Menurut pernyataan kepresidenan, Aoun menekan bahwa Lebanon “tidak menginginkan perang lagi, rakyat Lebanon telah cukup menderita dan tidak akan ada jalan kembali”. Ia meminta komunitas internasional memperkuat dukungan terhadap upaya Lebanon dalam mengembalikan stabilitas, terutama melalui penguatan tentara nasional.
Aoun juga meminta dukungan PBB untuk membantu tentara Lebanon dalam upaya melucuti senjata kelompok non-negara, yang selama ini menjadi salah satu pemicu ketegangan internal. Menurut Aoun, tentara Lebanon sedang berusaha menyelesaikan tahap pertama dari rencana pemerintah sebelum akhir tahun. “Tentara Lebanon akan memainkan perannya sepenuhnya… Komunitas internasional harus mendukung dan membantunya,” kata Joseph Aoun, Presiden Lebanon.
Ia menegaskan kembali bahwa tidak akan ada langkah mundur dalam keputusan negara untuk mengurangi potensi konfrontasi, meskipun prosesnya membutuhkan waktu panjang. Menurut Aoun, rakyat Lebanon sudah lelah dengan konflik bersenjata yang terus berulang dan membutuhkan jaminan keamanan jangka panjang.
Situasi di perbatasan Lebanon-Israel masih rawan. Berdasarkan laporan internasional, meskipun gencatan senjata pada November 2024 yang seharusnya mengakhiri lebih dari satu tahun permusuhan antara Israel dan Hizbullah, Israel tetap melanjutkan sejumlah serangan dan mempertahankan kehadiran militer di lima wilayah selatan Lebanon yang dianggap strategis. Kondisi ini membuat tekanan diplomatik terhadap kedua negara kembali menguat.
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Citroen kembali menarik perhatian pasar otomotif dengan menghadirkan mobil hatchback berharga terjangkau. Pabrikan asal Prancis tersebut resmi meluncurkan Citroen C3...
Cuaca hujan yang kerap terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik kendaraan. Air hujan yang menempel di...