Nasib Guru PPPK Parepare Belum Digaji Berbulan-bulan, Ini Penjelasannya
Sebanyak 139 guru honorer berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menghadapi persoalan...
Read more
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI menyampaikan kekhawatiran serius bahwa sejumlah orang tua mulai melarang anak-anaknya mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Larangan ini muncul menyusul adanya laporan kasus keracunan massal yang diduga berkaitan dengan penggunaan menu MBG. CNN Indonesia melaporkan pernyataan ini pada Minggu malam, 22 September 2025.
Program MBG adalah inisiatif pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyediakan makanan bergizi di sekolah-sekolah secara gratis, dengan tujuan meningkatkan status gizi anak dan menekan prevalensi stunting di daerah-daerah kurang mampu.
Alasan utama orang tua melarang anaknya mengonsumsi menu MBG adalah karena adanya insiden keracunan massal di beberapa wilayah. Kasus keracunan ini menimbulkan kepanikan dan ketidakpercayaan terhadap kualitas dan keamanan pangan dari menu yang disediakan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR menyebut, jika kekhawatiran tidak segera direspon, maka dampak sosial dan kesehatan bisa memburuk, terutama anak-anak di keluarga kurang mampu yang sangat bergantung pada program ini.
Beberapa wakil DPR menyoroti bahwa pengelolaan MBG selama ini dinilai lemah dalam aspek pengawasan dan kontrol mutu. Beberapa poin kritis yang disampaikan:
Regulasi keamanan pangan dan prosedur distribusi belum sesuai standar ketat yang dibutuhkan untuk memastikan tidak terjadi kontaminasi.
Pengawasan terhadap penyedia makanan, Dinas Kesehatan, dan BGN perlu ditingkatkan agar insiden berulang bisa dicegah.
Kejelasan akuntabilitas juga menjadi sorotan—siapa yang bertanggung jawab saat terjadi kelalaian mulai dari bahan baku, penyimpanan, distribusi, hingga penyajian.
Jika larangan orang tua terhadap MBG semakin meluas, beberapa potensi dampak bisa muncul:
Anak-anak yang sebelumnya mendapat asupan gizi tambahan melalui MBG bisa kehilangan sumber nutrisi pentingnya, terutama di daerah dengan akses pangan terbatas.
Kepercayaan pada program pemerintah bisa menurun jika masalah keracunan tidak segera dipecahkan dengan transparan dan tuntas.
Kebijakan MBG yang semestinya membantu menurunkan angka stunting dan kekurangan gizi dapat terganggu atau bahkan terhenti jika masyarakat kehilangan kepercayaan.
DPR meminta agar pihak terkait segera mengambil langkah konkret:
Penerapan audit dan inspeksi kualitas pangan dari bahan baku sampai ke tahap penyajian.
Standar keamanan pangan yang lebih ketat untuk penyedia dan dapur MBG.
Pelibatan lembaga independen dalam memonitor pelaksanaan program agar transparansi dan akuntabilitas meningkat.
Penyuluhan bagi masyarakat dan orang tua mengenai cara memeriksa keamanan makanan serta memahami bahwa risiko bisa dikurangi lewat prosedur yang tepat.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Aksi tawuran antar kelompok gengster kembali terjadi di kawasan Kebon Harjo, Kecamatan Semarang Utara, pada Selasa (21/04/2026) sekitar pukul 03.00...
Seorang pengelola arisan berinisial NNS (31) alias Saska J menjadi sorotan setelah diduga terlibat kasus penipuan dengan nilai mencapai miliaran...