Momen Kebangkitan Julian Alvarez di Semifinal Copa del Rey
Julian Alvarez kembali menunjukkan ketajamannya bersama Atletico Madrid. Penyerang asal Argentina itu mencetak satu gol dalam kemenangan telak 4-0 atas...
Read more
Senegal resmi menjuarai Piala Afrika 2025 setelah menundukkan Maroko dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdellah, Minggu malam waktu setempat atau Senin pagi WIB. Pertandingan puncak ini berlangsung dalam tensi tinggi, diwarnai keputusan wasit yang memicu ketegangan hingga aksi mogok bermain dari kubu Senegal.
Sejak menit awal, kedua tim tampil terbuka. Maroko menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola lebih dominan, namun Senegal menunjukkan efektivitas permainan yang lebih baik dalam memanfaatkan peluang. Hingga waktu normal hampir berakhir, skor tetap imbang tanpa gol.
Memasuki injury time babak kedua, Senegal sempat mencetak gol penentu. Namun berdasarkan penilaian wasit, gol tersebut dianulir karena Abdoulaye Seck dianggap melakukan pelanggaran terhadap Achraf Hakimi saat duel udara. Keputusan itu membuat situasi pertandingan semakin memanas.
Satu menit berselang, Maroko justru mendapatkan hadiah penalti. Wasit Jean Jacques Ndala menilai El Hadji Diouf menjatuhkan Brahim Diaz di area terlarang dan memberikan kartu kuning kepada pemain Senegal tersebut. Berdasarkan keputusan pengadil lapangan, penalti tetap diberikan meski memicu protes keras.
Ketegangan mencapai puncaknya saat staf pelatih Senegal meminta para pemain meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes. Sebagian pemain mengikuti instruksi tersebut, meski tidak semua sepakat. Sadio Mane menjadi sosok penting dalam meredam situasi. Pemain Al Nassr itu bahkan masuk ke ruang ganti untuk membujuk rekan setimnya agar kembali melanjutkan pertandingan.
Setelah tertunda lebih dari 15 menit, pertandingan dilanjutkan. Tepat pada menit ke-90+23, Brahim Diaz maju sebagai algojo penalti. Pemain Real Madrid itu mencoba penalti bergaya panenka, namun eksekusinya justru mudah diamankan kiper Senegal, Edouard Mendy. Tak lama berselang, waktu normal pertandingan berakhir tanpa tambahan gol.
Laga pun berlanjut ke babak tambahan waktu. Baru memasuki menit ke-94, Senegal akhirnya memecah kebuntuan. Pape Gueye mencetak gol melalui serangan balik cepat setelah melewati Achraf Hakimi, lalu melepaskan tembakan keras ke pojok kiri atas gawang. Kiper Maroko, Yassine Bounou, tak mampu menjangkau bola.
Babak kedua tambahan waktu berlangsung dalam kondisi hujan. Maroko mencoba meningkatkan tekanan demi menyamakan kedudukan, namun lini pertahanan Senegal tampil disiplin dan solid. Berdasarkan jalannya pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Hasil ini memastikan Senegal keluar sebagai juara Piala Afrika 2025 dengan kemenangan 1-0. Berdasarkan data turnamen konfederasi sepak bola Afrika, ini menjadi gelar kedua Senegal sepanjang sejarah, setelah sebelumnya meraih trofi pada edisi 2021.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Bola Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia bola — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Konten lokal menunjukkan taringnya di platform Netflix Indonesia. Pada periode 2-8 Februari 2026, sebanyak tujuh dari sepuluh film terpopuler di...
Julian Alvarez kembali menunjukkan ketajamannya bersama Atletico Madrid. Penyerang asal Argentina itu mencetak satu gol dalam kemenangan telak 4-0 atas...