KPAI Bongkar Pola Perekrutan Anak untuk Kericuhan, Iming-iming Uang Jadi Sorotan
Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI menyoroti dugaan eksploitasi anak untuk terlibat dalam aksi ricuh di Jakarta pada 27 Agustus...
Read more
Etomidate menjadi perhatian publik setelah muncul dalam pengungkapan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang ditangani Bareskrim Polri. Kasus tersebut turut menyeret sejumlah anggota Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan untuk menjalani pemeriksaan, sementara dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara kepemilikan dan dugaan peredaran etomidate.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menetapkan dua tersangka berinisial MR dan DD terkait kepemilikan serta dugaan peredaran 200 cartridge etomidate.
“Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Narkoba sudah melakukan penyidikan dan penahanan terhadap dua orang tersangka tentang kepemilikan dan peredaran 200 etomidate, yaitu saudara MR dan saudara DD,” kata Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Ia juga menjelaskan bahwa Kasat Resnarkoba Polres Tangerang Selatan AKP Pardiman bersama lima anggota lainnya tidak ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara kepemilikan 200 cartridge etomidate. Namun, mereka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Subdit Paminal Polda Metro Jaya untuk mendalami aspek pengawasan dan tanggung jawab dalam kasus tersebut.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 15 Tahun 2025, etomidate kini masuk dalam Narkotika Golongan II. Golongan ini merupakan narkotika yang memiliki manfaat dalam dunia pengobatan, namun hanya digunakan sebagai pilihan terakhir karena memiliki potensi tinggi menyebabkan ketergantungan apabila disalahgunakan.
Menurut informasi dari Direktorat Intelijen Obat dan Makanan BPOM RI, etomidate merupakan obat keras yang penggunaannya hanya boleh dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis. Obat ini diberikan melalui suntikan intravena sebagai agen anestesi jangka pendek, terutama pada pasien yang memiliki risiko gangguan kardiovaskular karena relatif tidak banyak memengaruhi tekanan darah.
Meski memiliki manfaat dalam tindakan medis, etomidate dapat menimbulkan risiko serius apabila digunakan secara ilegal. BPOM menjelaskan bahwa penyalahgunaan etomidate, termasuk melalui rokok elektrik atau vape, dapat memicu berbagai efek samping seperti mual, muntah, iritasi saluran pernapasan, gangguan koordinasi tubuh, penurunan kesadaran hingga kejang otot.
Sejumlah negara juga telah memperketat pengawasan terhadap zat ini. Berdasarkan informasi BPOM, Singapura mengategorikan etomidate sebagai racun berdasarkan Poisons Act, sedangkan Hong Kong memasukkannya sebagai obat yang diawasi melalui Dangerous Drugs Ordinance.
Perubahan status etomidate sebagai narkotika di Indonesia membuat penegakan hukum terhadap penyalahgunaannya juga mengalami perubahan. Sebelumnya, perkara yang berkaitan dengan etomidate ditangani berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Kesehatan.
Menurut Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso, setelah etomidate resmi masuk dalam golongan narkotika, pengguna maupun pihak yang terlibat dalam penyalahgunaannya dapat diproses menggunakan Undang-Undang Narkotika.
“Jadi, pengguna bisa dikenakan UU Narkotika, rehabilitasi,” kata Brigjen Eko Hadi Santoso.
Kasus yang sedang ditangani aparat penegak hukum masih terus didalami untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat. Di sisi lain, BPOM mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan obat keras tanpa resep dan pengawasan tenaga medis karena dapat membahayakan kesehatan sekaligus menimbulkan konsekuensi hukum.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Pengguna HP Android lawas perlu mulai mengecek versi sistem operasi yang digunakan. WhatsApp telah memperbarui persyaratan minimum perangkat, sehingga sejumlah...
Kebiasaan menjawab telepon ternyata mengalami perubahan di kalangan generasi muda. Jika dulu kata "halo" hampir selalu menjadi sapaan pertama saat...