Dampak Serius AI Generatif, Penghasilan Kreator Global Diprediksi Menyusut pada 2028

AI generatif diprediksi memangkas pendapatan kreator dunia pada 2028. Simak data UNESCO dan respons pelaku industri. (Foto: iStock)

AI generatif diprediksi memangkas pendapatan kreator dunia pada 2028

Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO memproyeksikan para kreator di seluruh dunia akan menghadapi penurunan pendapatan signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Penyebabnya adalah ekspansi kecerdasan buatan generatif atau AI generatif yang semakin masif di berbagai sektor industri kreatif.

Berdasarkan laporan terbaru UNESCO bertajuk Re-Shaping Policies for Creativity, pada 2028 dampak keluaran AI generatif diperkirakan mengakibatkan kerugian pendapatan global sebesar 24 persen bagi pencipta musik dan 21 persen bagi pencipta audiovisual.

“Pada tahun 2028, dampak dari keluaran AI Generatif diproyeksikan akan mengakibatkan kerugian pendapatan global sebesar 24 persen bagi pencipta musik dan 21 persen bagi pencipta audiovisual,” kata UNESCO dalam keterangan resminya pada Jumat 27 Februari 2026.

Ketimpangan Digital dan Risiko Hak Kekayaan Intelektual

Menurut UNESCO, meskipun teknologi digital telah memperluas akses terhadap alat produksi dan audiens kreatif, perkembangan tersebut juga memperparah ketidaksetaraan dan ketidakpastian ekonomi. Saat ini, pendapatan dari layanan digital menyumbang 35 persen dari total penghasilan kreator global. Angka itu meningkat tajam dibandingkan 17 persen pada 2018.

Berdasarkan data dari UNESCO, pergeseran ini menandai perubahan struktural dalam industri kreatif yang disertai ketidakstabilan pendapatan dan meningkatnya risiko pelanggaran hak kekayaan intelektual.

Organisasi tersebut juga menyoroti kesenjangan keterampilan digital antara negara maju dan negara berkembang. Penduduk di negara maju memiliki tingkat keterampilan digital sebesar 67 persen, sementara di negara berkembang hanya 28 persen. Perbedaan ini dinilai dapat memperlebar jurang daya saing kreator dari berbagai wilayah.

Selain itu, UNESCO menyebut hanya 48 persen negara yang telah mengembangkan statistik untuk memantau konsumsi konten digital budaya. Keterbatasan data ini membuat respons kebijakan menjadi kurang efektif. Konsentrasi pasar pada segelintir platform streaming serta sistem kurasi konten yang tidak transparan juga dinilai meminggirkan kreator yang kurang dikenal.

Pandangan CEO Robinhood Soal Singularitas Lapangan Kerja

Di sisi lain, Chief Executive Officer Robinhood, Vlad Tenev, melihat AI dari sudut pandang yang berbeda. Dalam sebuah forum yang dikutip dari TED, Tenev menyampaikan bahwa AI memang berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja, tetapi sekaligus membuka peluang besar bagi terciptanya jenis pekerjaan baru.

“Kita berada pada kurva penciptaan lapangan kerja yang sangat cepat, yang saya sebut sebagai singularitas lapangan kerja, sebuah ledakan Kambrium bukan hanya lapangan kerja baru tetapi juga kelompok lapangan kerja baru di setiap bidang yang dapat dibayangkan,” kata Vlad Tenev, CEO Robinhood.

Ia mengibaratkan perkembangan ini sebagai ledakan Kambrium, periode ketika kehidupan di Bumi mengalami diversifikasi besar-besaran. Menurut Tenev, jika internet memberi orang jangkauan global, AI memberi mereka staf kelas dunia.

Pernyataan tersebut didukung sejumlah penelitian. Studi Oktober 2025 dari MIT Sloan School of Management menunjukkan perusahaan yang mengadopsi AI cenderung tumbuh lebih cepat dan menambah lapangan kerja. Sementara analisis Januari 2025 dari World Economic Forum memperkirakan sekitar 170 juta pekerjaan baru akan tercipta seiring meluasnya penggunaan AI.

Meski demikian, Tenev menekankan bahwa yang membuat transisi kali ini terasa berbeda adalah kecepatannya. Sistem AI kini mampu melampaui tugas-tugas yang didefinisikan secara sempit dan beroperasi lintas bidang, sesuatu yang tidak bisa dilakukan teknologi sebelumnya seperti komputer pribadi dan smartphone.

Ia menyebut bahwa hilangnya kelas pekerjaan bukanlah fenomena baru dalam sejarah manusia. Dari era berburu dan bertani hingga buruh pabrik, banyak jenis pekerjaan lenyap seiring peningkatan produktivitas akibat otomatisasi. Namun, menurutnya, gangguan tersebut juga menjadi bagian penting dari evolusi ekonomi dan inovasi.

Referensi:
Bloomberg Technoz

📚 ️Baca Juga Seputar IT

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita IT Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia it — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED