Bukan Sekadar Kista Ovarium, PCOS Resmi Berganti Nama Menjadi PMOS
Dunia kesehatan perempuan memasuki babak baru setelah istilah Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) resmi diubah menjadi Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS)....
Read more
Polusi udara, debu, asap kendaraan, dan partikel halus kini menjadi bagian dari rutinitas harian banyak orang — terutama di kota besar. Kondisi ini membuat saluran pernapasan rentan terpapar polutan. Salah satu cara sederhana namun efektif untuk melindungi pernapasan adalah dengan cuci hidung rutin menggunakan larutan salin (NaCl 0,9%).
Menurut dokter spesialis THT, tindakan cuci hidung tidak hanya untuk orang sakit. Bahkan saat sehat pun, langkah ini berguna untuk mengeluarkan debu, kotoran, dan polutan yang menempel di rongga hidung sebelum masuk ke saluran pernapasan. Bila dibiarkan, debu dan partikel dapat memicu iritasi, alergi, bahkan memperburuk gejala pernapasan.
Cuci hidung membantu:
Membersihkan kotoran dan polutan dari rongga hidung
Mengurangi risiko infeksi dan iritasi
Melembapkan membran hidung
Meredakan gejala saat pilek atau alergi
Para ahli menyarankan frekuensi optimal: dua kali sehari — pagi setelah bangun atau mandi, dan sore atau malam setelah aktivitas luar rumah. Saat kondisi alergi atau pencemaran udara tinggi, frekuensi bisa disesuaikan.
Teknik yang benar pun mudah: gunakan larutan salin, posisikan kepala miring saat membilas agar cairan mengalir keluar dari lubang hidung seberangnya. Untuk anak, bisa dibantu orang tua agar lebih nyaman.
Studi dari RSUP Dr. Kariadi menjelaskan bahwa hidung memiliki rambut‑rambut penyaring, selaput lendir, dan silia yang menyaring udara, melembapkan, dan melindungi dari polusi, debu, dan kuman. Saat polusi meningkat atau terjadi infeksi, fungsi silia bisa terganggu — cuci hidung membantu memulihkan kerja penyaringan tersebut.
Penelitian pra‑eksperimental terhadap pedagang kaki lima di Medan — mereka yang rentan terpapar debu dan polusi — menunjukkan bahwa cuci hidung dengan NaCl 0,9% dua kali sehari selama sepuluh hari signifikan meningkatkan kadar pH cairan hidung. Ini menunjukkan bahwa lingkungan mukosa hidung kembali normal, yang penting agar sistem penyaringan dan pertahanan saluran napas bekerja optimal.
Manfaat lain cuci hidung yang didukung data: membantu mengencerkan lendir, mencegah penumpukan polutan/kotoran, mengurangi risiko alergi, dan mendukung kelancaran fungsi pernapasan — khususnya bagi mereka yang sering terpapar udara buruk.
Referensi:
CNN Indonesia
ANTARA News
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Nama Mathew Baker menjadi sorotan setelah mencatatkan sejarah baru bersama Timnas Indonesia. Pemain muda berdarah Indonesia-Australia itu resmi menjadi debutan...
Dunia kesehatan perempuan memasuki babak baru setelah istilah Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) resmi diubah menjadi Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS)....