Gemini Resmi Hadir di macOS, Google Permudah Akses AI di Laptop Apple
Google kembali memperkuat posisinya di ranah kecerdasan buatan dengan merilis aplikasi Gemini versi mandiri untuk macOS. Kehadiran aplikasi ini memberikan...
Read more
Pemerintah Jepang mulai melirik pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam dunia kesehatan, khususnya untuk membantu proses pemeriksaan kanker. Langkah ini diambil sebagai upaya mengurangi beban kerja dokter yang selama ini dinilai cukup berat, terutama dalam proses skrining berbasis gambar medis.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Jepang, sistem pemeriksaan kanker di tingkat kota saat ini masih mengandalkan metode pemeriksaan ganda. Artinya, setiap hasil gambar sinar-X untuk kanker paru-paru, lambung, dan payudara harus ditinjau oleh minimal dua dokter guna meminimalkan risiko kesalahan diagnosis.
Namun, kebijakan tersebut justru memicu tantangan baru. Banyak fasilitas kesehatan mengalami kekurangan tenaga dokter, sehingga beban kerja tenaga medis meningkat secara signifikan.
Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah Jepang mulai melakukan uji coba penggunaan AI dalam prosedur pemeriksaan kanker. Menurut laporan Asahi Shimbun yang dikutip dari sumber terkait, rencana ini telah mendapat persetujuan panel ahli pada Senin (23/3).
Dalam skema yang diusulkan, AI akan menjadi tahap awal dalam proses analisis. Sistem akan terlebih dahulu memindai gambar medis dan mendeteksi adanya potensi kelainan. Jika ditemukan indikasi mencurigakan, dokter akan melakukan evaluasi lanjutan untuk menentukan apakah pasien memerlukan pemeriksaan tambahan.
Pendekatan ini dinilai mampu mengurangi kebutuhan peninjauan oleh dokter kedua, yang selama ini menjadi standar dalam sistem pemeriksaan ganda.
Meski begitu, untuk hasil yang dinilai normal oleh AI, prosedur lama tetap diberlakukan. Dua dokter tetap harus melakukan verifikasi guna memastikan akurasi dan keamanan diagnosis.
Kementerian Kesehatan Jepang menyatakan bahwa detail teknis seperti waktu pelaksanaan, metode uji coba, hingga sistem verifikasi masih dalam tahap pembahasan. Keputusan final akan diambil setelah mempertimbangkan berbagai masukan dari para ahli di bidang medis dan teknologi.
Langkah ini mencerminkan tren global dalam pemanfaatan AI di sektor kesehatan. Teknologi ini dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi, mempercepat proses diagnosis, serta membantu tenaga medis dalam mengambil keputusan klinis.
Di sisi lain, penggunaan AI dalam bidang kesehatan tetap memerlukan pengawasan ketat. Validasi hasil dan standar keamanan menjadi faktor penting agar teknologi ini benar-benar dapat diandalkan tanpa mengurangi kualitas layanan medis.
Dengan uji coba ini, Jepang berharap dapat menciptakan sistem pemeriksaan kanker yang lebih efisien, tanpa mengorbankan akurasi dan keselamatan pasien.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita IT Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia it — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah lokasi curug di kawasan Naringgul, Cianjur Selatan, kembali mencuri perhatian. Bagi para pengguna jalan yang melintas, pemandangan air terjun...
Sebuah video memperlihatkan momen menegangkan saat seorang anak tenggelam di saluran air tanpa pengawasan orang tua. Kejadian tersebut nyaris berujung...