Isu GERD dan Kematian Mendadak, Dokter Beri Penjelasan Lengkap
Meninggalnya selebgram Lula Lahfah, yang ditemukan di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan, memicu perhatian publik terhadap kondisi kesehatannya. Perempuan...
Read more
Minuman manis seperti soda, teh kemasan, dan minuman kekinian telah menjadi bagian dari gaya hidup modern di kalangan remaja dan dewasa muda. Meski sering dikaitkan dengan kenaikan berat badan dan diabetes, dampaknya pada kesehatan tulang juga serius, tetapi sering diabaikan.
Menurut para ahli gizi, konsumsi gula cair berlebihan dari minuman tersebut dapat menurunkan kepadatan mineral tulang dalam jangka panjang. Hal ini memicu gerakan Stop Minuman Manis sebagai langkah preventif untuk menekan risiko tulang rapuh dan osteoporosis di kemudian hari.
Salah satu penyebab utama dampak negatif minuman manis pada tulang berkaitan dengan kandungan asam fosfat, terutama pada soda. Ketika asam fosfat masuk ke dalam tubuh dalam jumlah besar, ia dapat mengganggu keseimbangan pH darah. Untuk menetralkan asam ini, tubuh kemudian mengambil kalsium dari tulang sebagai penyangga (buffer).
Akibatnya, kalsium yang seharusnya menjaga kepadatan tulang justru berkurang secara bertahap. Dalam jangka panjang, proses tersebut dapat menyebabkan pengeroposan mikro pada tulang, yang menjadi langkah awal osteoporosis.
Beberapa studi gizi menunjukkan hubungan antara konsumsi soda secara rutin dengan risiko tulang rapuh yang lebih tinggi, terutama jika asupan kalsium harian tidak mencukupi.
Selain asam fosfat, kandungan gula tinggi dalam minuman kemasan juga memberikan dampak negatif terhadap mineral penting untuk tulang. Dalam satu gelas minuman manis berukuran 250 ml, kandungan gula sering kali sudah memenuhi atau bahkan melebihi rekomendasi asupan harian.
Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan pengeluaran kalsium dan magnesium melalui urine. Padahal kedua mineral ini merupakan komponen kunci untuk kekuatan dan kepadatan tulang.
Selain itu, gula juga diketahui dapat menurunkan kadar vitamin D dalam tubuh, sehingga penyerapan kalsium menjadi tidak optimal.
Mengganti gula dengan pemanis buatan pun ternyata bukan solusi mutlak. Sejumlah penelitian menunjukkan pemanis rendah kalori tetap dapat mengganggu metabolisme dan tidak sepenuhnya menurunkan risiko penyakit metabolik.
Selain gula dan asam fosfat, minuman manis kemasan sering mengandung natrium dalam jumlah cukup tinggi. Natrium dibutuhkan tubuh untuk fungsi tertentu, tetapi konsumsi berlebihan dapat meningkatkan ekskresi kalsium serta memicu masalah kardiovaskular.
Sementara itu, asam fosfat yang memberi sensasi rasa segar pada soda sebetulnya juga bisa menjadi pedang bermata dua. Tubuh memang membutuhkan fosfor untuk pembentukan tulang dan gigi, namun kelebihan fosfor justru dikaitkan dengan risiko patah tulang yang lebih tinggi.
Beberapa penelitian bahkan mencatat bahwa konsumsi soda harian dapat menggandakan risiko osteoporosis.
Kebiasaan rutin mengonsumsi minuman manis sering kali menggantikan asupan minuman lebih bergizi seperti susu. Padahal usia remaja hingga dewasa muda, yaitu sekitar 12 sampai 25 tahun, merupakan masa penting dalam pembentukan massa tulang puncak.
Menurut Kartika Sari, ahli gizi komunitas dari Universitas Indonesia, kegagalan mencapai massa tulang puncak yang optimal dapat meningkatkan risiko osteoporosis di usia lanjut. Inilah alasan pentingnya membatasi konsumsi minuman manis sejak dini sebagai investasi kesehatan jangka panjang.
Mengurangi konsumsi minuman manis memang tidak mudah karena gula sering disebut sebagai zat adiktif yang memicu keinginan berulang meski tidak memberi rasa kenyang. Namun beberapa langkah sederhana berikut bisa membantu menekan konsumsi gula berlebih:
Ganti minuman manis dengan air putih atau infused water.
Konsumsi buah segar saat menginginkan rasa manis alami.
Biasakan memasak sendiri agar tidak bergantung pada minuman kemasan.
Perhatikan label gizi, termasuk nama lain gula seperti fruktosa, sukrosa, atau sirup jagung.
Perbanyak asupan protein untuk membantu menekan keinginan konsumsi gula.
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Citroen kembali menarik perhatian pasar otomotif dengan menghadirkan mobil hatchback berharga terjangkau. Pabrikan asal Prancis tersebut resmi meluncurkan Citroen C3...
Cuaca hujan yang kerap terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik kendaraan. Air hujan yang menempel di...