Jangan Sepelekan Rutinitas Pagi Ini Jika Ingin Ginjal Tetap Sehat
Ginjal merupakan salah satu organ penting yang bekerja setiap hari untuk menjaga keseimbangan tubuh. Organ ini berperan menyaring darah, membuang...
Read more
Kebiasaan anak mengorek hidung lalu mengambil ingus dan menelannya sering membuat orang tua merasa khawatir. Apalagi jika perilaku tersebut dilakukan berulang kali dan sulit dihentikan.
Namun, menelan ingus pada dasarnya tidak selalu berbahaya. Lendir hidung memang memiliki fungsi penting bagi tubuh dan sebagian lendir secara alami akan mengalir ke belakang tenggorokan lalu tertelan tanpa disadari.
Menurut Cleveland Clinic, lendir hidung membantu menangkap debu, serbuk sari, kotoran, serta berbagai partikel yang masuk melalui saluran pernapasan. Lendir tersebut kemudian dapat tertelan dan masuk ke saluran pencernaan.
Dengan kata lain, proses menelan lendir sebenarnya merupakan bagian dari mekanisme alami tubuh. Orang dewasa pun melakukannya setiap hari tanpa menyadarinya.
Lendir atau mucus diproduksi tubuh untuk membantu menjaga saluran pernapasan tetap lembap sekaligus menangkap berbagai partikel yang masuk melalui hidung. Setelah itu, lendir dapat bergerak menuju bagian belakang tenggorokan dan tertelan.
Cleveland Clinic juga menjelaskan bahwa mengonsumsi ingus kemungkinan besar tidak membuat seseorang sakit. Sebagian besar kandungan ingus merupakan lendir yang memang sudah berada di dalam saluran pernapasan dan pada akhirnya akan masuk ke lambung.
Karena itu, orang tua tidak perlu langsung memarahi atau menakut-nakuti anak ketika melihat mereka menelan ingus. Jika dilakukan sesekali, kebiasaan tersebut umumnya bukan persoalan kesehatan yang serius.
Hal yang justru lebih penting untuk diperhatikan adalah proses anak mendapatkan ingus tersebut. Jika anak mengambilnya dengan cara mengorek hidung menggunakan jari, risiko masalah pada hidung menjadi lebih besar.
Mengorek hidung sesekali mungkin tidak menimbulkan masalah. Namun, jika dilakukan terlalu sering atau terlalu dalam, jari dapat melukai lapisan dalam hidung.
Penelitian mengenai kebiasaan mengorek hidung yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Psychiatry pada 2001 menunjukkan bahwa perilaku tersebut cukup umum. Dalam kondisi tertentu, mengorek hidung secara berlebihan dapat menimbulkan masalah pada jaringan hidung.
Mengorek hidung secara berulang dapat menyebabkan iritasi, luka, dan mimisan. Risiko tersebut semakin besar apabila anak menggunakan kuku atau memasukkan jari terlalu dalam.
Dalam kasus yang ekstrem, kebiasaan mengorek hidung secara kompulsif dapat menyebabkan cedera pada jaringan dan bahkan dikaitkan dengan kerusakan pada sekat hidung. Literatur medis juga mencatat nose picking sebagai salah satu faktor yang dapat berhubungan dengan perforasi septum atau lubang pada sekat hidung.
Cleveland Clinic juga mengingatkan bahwa mengorek hidung dapat menyebabkan luka dan mimisan serta meningkatkan risiko infeksi pada hidung.
Karena itu, orang tua sebaiknya memperhatikan apakah anak hanya sesekali mengorek hidung atau sudah melakukannya terus-menerus sampai menyebabkan masalah.
Jika anak sering menyentuh atau mengorek hidung, orang tua juga dapat mencari tahu apakah ada kondisi yang membuat hidung terasa tidak nyaman. Hidung kering, berkerak, tersumbat, alergi, atau produksi lendir berlebihan dapat membuat anak lebih sering menyentuh bagian tersebut.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa lendir berfungsi menjaga lapisan hidung tetap lembap dan membantu menangkap serta membersihkan partikel yang terhirup. Ketika lendir terlalu banyak atau hidung mengalami gangguan, anak dapat merasa lebih tidak nyaman pada area hidung.
Daripada langsung melarang dengan cara yang membuat anak takut, orang tua dapat mengajarkan kebiasaan yang lebih bersih secara perlahan. Anak dapat diarahkan untuk menggunakan tisu ketika hidung berair, membuang tisu setelah digunakan, kemudian mencuci tangan.
Orang tua juga perlu mengingatkan anak agar tidak memasukkan jari terlalu dalam ke hidung. Jika hidung terasa kering atau penuh lendir, penanganannya dapat disesuaikan dengan penyebabnya. Pada kondisi tertentu, penggunaan saline dapat membantu membersihkan lendir, tetapi untuk anak kecil penggunaannya sebaiknya mengikuti petunjuk yang tepat.
Konsultasi dengan dokter diperlukan apabila kebiasaan mengorek hidung sulit dihentikan atau sudah menyebabkan mimisan berulang, luka, nyeri, iritasi, atau cedera pada hidung.
Jadi, menelan ingus sesekali bukan alasan untuk langsung panik. Perhatian orang tua sebaiknya lebih diarahkan pada kebiasaan mengorek hidung, terutama jika dilakukan terlalu sering dan sampai melukai jaringan di dalam hidung.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kebiasaan anak mengorek hidung lalu mengambil ingus dan menelannya sering membuat orang tua merasa khawatir. Apalagi jika perilaku tersebut dilakukan...
Ginjal merupakan salah satu organ penting yang bekerja setiap hari untuk menjaga keseimbangan tubuh. Organ ini berperan menyaring darah, membuang...