Perjalanan Jeje Adriel Hadapi Kanker Limfoma Hodgkin Stadium Dua
Kisah seorang pemuda asal Jakarta Utara bernama Jeje Adriel menjadi sorotan setelah ia mengungkapkan dirinya mengidap kanker limfoma Hodgkin stadium...
Read more
Kebiasaan begadang atau tidur larut malam sering dianggap hal biasa, terutama di tengah kesibukan kerja dan aktivitas harian. Padahal, kebiasaan ini menyimpan berbagai risiko serius bagi kesehatan, baik secara fisik maupun mental.
Menurut definisi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, begadang berarti tidak tidur hingga larut malam. Jika hanya sesekali dilakukan, dampaknya mungkin tidak terlalu terasa. Namun, jika menjadi rutinitas, kondisi ini bisa mengganggu proses pemulihan energi dan regenerasi sel tubuh yang seharusnya terjadi saat tidur.
Berdasarkan data dari Sleep Foundation, orang dewasa idealnya tidur minimal tujuh jam setiap malam. Sementara itu, remaja membutuhkan waktu tidur sekitar delapan hingga sepuluh jam. Ketika kebutuhan ini tidak terpenuhi, tubuh akan mulai menunjukkan berbagai tanda gangguan.
Berikut beberapa dampak yang dapat muncul akibat kebiasaan begadang:
1. Emosi menjadi tidak stabil
Kurang tidur dapat memengaruhi kondisi emosional seseorang. Akibatnya, seseorang lebih mudah marah, gelisah, dan mengalami perubahan suasana hati secara cepat. Selain itu, kemampuan berpikir kreatif dan mengambil keputusan juga ikut menurun.
2. Sistem imun melemah
Saat tidur, tubuh memproduksi zat pelindung seperti antibodi dan sitokin yang berfungsi melawan infeksi. Begadang mengganggu proses ini, sehingga daya tahan tubuh menurun dan lebih rentan terserang penyakit.
3. Mudah lupa dan sulit fokus
Kurang tidur berdampak langsung pada fungsi otak. Seseorang yang sering begadang cenderung mengalami penurunan konsentrasi, mudah lupa, dan mengantuk di siang hari.
4. Meningkatkan risiko depresi
Kesehatan mental juga terpengaruh oleh kurang tidur. Orang yang sering begadang memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi karena kemampuan mengelola emosi menjadi terganggu.
5. Risiko penyakit kronis meningkat
Begadang dapat mengganggu keseimbangan hormon serta kemampuan tubuh mengatur gula darah. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko diabetes dan hipertensi.
6. Menurunkan gairah seksual
Kelelahan akibat kurang tidur dapat menurunkan libido. Energi yang terkuras membuat minat terhadap aktivitas seksual ikut menurun.
7. Memicu kenaikan berat badan
Gangguan metabolisme akibat kurang tidur dapat meningkatkan rasa lapar dan membuat pola makan tidak terkontrol. Akibatnya, risiko obesitas pun meningkat.
Berbagai dampak tersebut menunjukkan bahwa begadang bukan sekadar kebiasaan ringan. Menjaga pola tidur yang cukup dan teratur menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebagian pengguna mungkin terkejut saat membuka fitur status di aplikasi WhatsApp. Pasalnya, tidak hanya konten dari kontak, kini iklan juga...
Apple mencatat kinerja penjualan yang solid berkat tingginya permintaan terhadap produk terbaru mereka, termasuk iPhone 17 dan MacBook Neo. Kondisi...