Serangan militer Israel ke wilayah Lebanon kembali memakan korban jiwa. Sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas, termasuk enam pengungsi Palestina, dalam serangan yang terjadi di wilayah selatan negara tersebut.
Berdasarkan data dari otoritas Lebanon yang dikutip melalui Kantor Berita Nasional setempat, korban tewas tersebar di beberapa lokasi berbeda, termasuk kota Adloun, kamp pengungsi Mieh Mieh di kawasan Sidon Selatan, serta wilayah Habboush.
Menurut laporan tersebut, empat orang tewas akibat serangan di kota Adloun. Sementara itu, dua korban lainnya meninggal dunia dalam serangan yang menyasar sebuah apartemen di kamp pengungsi Palestina Mieh Mieh. Serangan tersebut juga menyebabkan empat orang lainnya mengalami luka-luka.
Di lokasi terpisah, tepatnya di kota Habboush, sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas dan 18 lainnya terluka akibat serangan lanjutan.
Eskalasi Konflik dan Seruan Evakuasi
Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya konflik antara Israel dan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran. Ketegangan meningkat setelah serangan roket dari Lebanon pada awal Maret yang memperluas konflik regional.
Menurut juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, operasi militer menargetkan infrastruktur milik Hizbullah di sejumlah wilayah.
“infrastruktur militer Hizbullah di seluruh pinggiran kota dengan kekuatan yang semakin meningkat,” kata Avichay Adraee.
Ia juga mengeluarkan peringatan kepada warga sipil agar segera meninggalkan wilayah yang berpotensi menjadi target serangan.
“Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengungsi,” ujar Adraee.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi tambahan dari militer Israel terkait rincian serangan terbaru tersebut.
Konflik ini turut memperburuk kondisi kemanusiaan di Lebanon. Berdasarkan data dari otoritas setempat, kampanye militer yang berlangsung telah menewaskan sedikitnya 1.072 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi.
Di sisi lain, dampak konflik juga dirasakan di wilayah Israel utara. Sirene peringatan serangan udara kerap berbunyi, memaksa warga berlindung. Bahkan, seorang wanita dilaporkan tewas akibat serangan roket dari Lebanon sehari sebelumnya.
Ketegangan antara kedua pihak terus meningkat dan memperlihatkan potensi konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah.
Referensi:
Detik