Menlu RI Tegaskan Board of Peace Tidak Menggantikan Peran PBB

Menlu RI menegaskan Board of Peace tidak menggantikan PBB dan hanya menjadi mekanisme tambahan untuk mendorong perdamaian di Gaza. (Foto: ANTARA/HO-Sekretariat Kabinet)
Menlu RI menegaskan Board of Peace tidak menggantikan PBB dan hanya menjadi mekanisme tambahan untuk mendorong perdamaian di Gaza. (Foto: ANTARA/HO-Sekretariat Kabinet)

Menlu RI menegaskan Board of Peace tidak menggantikan PBB dan hanya menjadi mekanisme tambahan untuk mendorong perdamaian di Gaza

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono memastikan Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak akan menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa. Menurut dia, keberadaan dewan tersebut bersifat tambahan dan tidak mengambil alih mandat PBB dalam menjaga perdamaian dunia.

Sugiono menegaskan bahwa Board of Peace dibentuk sebagai mekanisme internasional untuk mendorong perdamaian dan stabilitas, khususnya di wilayah Gaza. Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan keterangan resmi di Bad Ragaz, Swiss.

“Apakah ini Board of Peace akan menggantikan PBB? Tentu saja tidak. Kemarin juga disampaikan bahwa badan ini tidak ditujukan untuk menggantikan PBB,” kata Sugiono, Menteri Luar Negeri RI.

Ia menjelaskan Board of Peace merupakan wadah internasional yang lahir dari kepedulian berbagai negara terhadap konflik yang berkepanjangan di Palestina, terutama di Jalur Gaza.

“Ini adalah suatu badan internasional yang lahir dari kepedulian untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas, khususnya di Gaza,” ujarnya.

Sugiono menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menghadiri dua agenda strategis di Davos, Swiss, salah satunya penandatanganan piagam Board of Peace. Menurut dia, kehadiran Indonesia dalam forum tersebut merupakan bagian dari proses internasional yang selama ini berjalan untuk menyelesaikan konflik dan mendorong rehabilitasi pascaperang di Palestina.

“Board of Peace ini merupakan satu badan internasional yang bertugas untuk memonitor administrasi, stabilisasi, dan juga upaya-upaya rehabilitasi di Gaza pada khususnya dan di Palestina,” kata Sugiono.

Ia menuturkan keterlibatan Indonesia berawal dari serangkaian pertemuan negara-negara Islam dan negara dengan mayoritas penduduk Muslim yang membahas situasi Palestina. Dari forum tersebut, muncul kesepakatan untuk melibatkan komunitas internasional guna mendorong perdamaian permanen.

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED