Rabu malam, kabupaten Bekasi dan sekitarnya diguncang keras oleh gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 (semula dilaporkan M 4,9), yang episenternya berada sekitar 19 km tenggara Bekasi, dengan kedalaman sekitar 10 km. Gempa dangkal ini ternyata dipicu oleh aktivitas sesar naik di sistem West Java Back-Arc Thrust, bukan oleh Sesar Baribis seperti yang disangka banyak orang.
Tak tinggal diam, BMKG mencatat total 13 gempa susulan terjadi hingga Kamis pagi. Yang paling kuat mencapai magnitudo 3,9—terasa paling jelas sekitar pukul 22.39 WIB. Rentetan gempa lainnya memiliki magnitudo bervariasi dari 1,7 hingga 2,8.
Semburan getaran susulan ini turut dirasakan warga di Bekasi, Depok, Bogor, Purwakarta, hingga Karawang. Di beberapa titik, getarannya mencapai skala MMI II–III—di mana beberapa orang merasakan getaran cukup jelas, seperti seolah-olah sedang dilintasi truk.
Untungnya, tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun satu musala di Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu, roboh akibat guncangan hebat ini. BPBD Kabupaten Bekasi terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi memastikan keselamatan warga.
Badan Geologi dan BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan berikutnya. Mengingat penyebab gempanya adalah sesar naik, gempa susulan masih mungkin terjadi—apabila terjadi lagi, segera cari tempat aman atau berlindung di luar bangunan.