Nasib Guru PPPK Parepare Belum Digaji Berbulan-bulan, Ini Penjelasannya
Sebanyak 139 guru honorer berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menghadapi persoalan...
Read more
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempersilakan sekolah menerapkan pembelajaran daring serta perkantoran menjalankan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) imbas cuaca ekstrem yang melanda ibu kota. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap hujan deras, banjir, dan kemacetan yang kerap terjadi saat intensitas curah hujan meningkat.
Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, izin tersebut telah diberikan kepada dinas terkait agar aktivitas pendidikan dan pekerjaan tetap berjalan meski kondisi cuaca tidak mendukung. Ia menyampaikan keputusan itu saat meninjau wilayah Semper Timur, Jakarta Utara, pada Jumat, 23 Januari 2026.
“Saya sudah memberikan persetujuan kepada Dinas Pendidikan untuk memperbolehkan school from home dan juga kepada Dinas Tenaga Kerja untuk work from home,” kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Pramono menjelaskan bahwa banjir yang kerap muncul saat hujan deras sering memicu kemacetan panjang di sejumlah ruas jalan. Dengan adanya opsi belajar dari rumah dan bekerja dari rumah, ia berharap mobilitas warga dapat ditekan sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan lebih lancar.
“Kalau curah hujan tinggi, banjir, dan juga persoalan kemacetan lalu lintas, dengan School From Home dan Work From Home, saya yakin aktivitas bisa tetap berjalan,” ujarnya.
Pramono menegaskan bahwa kebijakan school from home dan WFH bersifat fleksibel dan akan menyesuaikan perkembangan cuaca di Jakarta. Ia menyebut infrastruktur digital di ibu kota sudah cukup memadai untuk mendukung pembelajaran jarak jauh maupun sistem kerja daring.
Menurut Pramono, kebijakan ini dapat diterapkan hingga 27 Januari 2026 apabila kondisi cuaca masih menunjukkan curah hujan tinggi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga siap menerbitkan surat edaran baru jika situasi belum membaik.
“Yang untuk school from home maupun work from home, ya melihat perkembangan cuaca yang ada. Kalau memang masih sampai dengan tanggal 27 masih curah hujan tinggi, ya kita lakukan. Nanti keluar SE baru. Tapi intinya bahwa kami menangani itu,” kata Pramono.
Selain sekolah negeri dan instansi pemerintah, Pramono juga mempersilakan pihak swasta untuk menerapkan kebijakan serupa. Ia menegaskan tidak ada larangan bagi sekolah swasta maupun perusahaan non-pemerintah untuk menjalankan pembelajaran daring dan WFH demi keselamatan dan kenyamanan bersama.
“Boleh, swasta juga boleh,” ucapnya.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko keterlambatan, kecelakaan, serta gangguan aktivitas masyarakat akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di Jakarta dalam beberapa hari ke depan.
Referensi: DetikNews
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Seorang pengelola arisan berinisial NNS (31) alias Saska J menjadi sorotan setelah diduga terlibat kasus penipuan dengan nilai mencapai miliaran...
Sebanyak 139 guru honorer berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menghadapi persoalan...