Seekor buaya liar yang oleh warga sekitar dijuluki Lisa menjadi perhatian serius di lingkungan SMAN 5 Depok, Bojongsari. Buaya tersebut diketahui telah muncul secara rutin selama kurang lebih lima bulan di sungai yang berada tepat di belakang area sekolah. Keberadaannya viral di media sosial dan memicu kekhawatiran pihak sekolah terhadap keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Menurut juru bicara SMAN 5 Depok, Yasin, pihak sekolah tidak mengetahui secara pasti asal-usul buaya tersebut. Ada dugaan buaya terbawa arus sungai atau memang berasal dari induk yang berkembang biak di sekitar lokasi.
“Kita tidak tahu sumbernya dari mana. Apakah mungkin terbawa arus atau mungkin memang ada induknya yang melahirkan si buaya ini. Tapi memang sesungguhnya sudah beberapa bulan ke belakang ini, buaya ini memang hidup, sehat di kawasan sungai atau kali di SMA 5 ini,” kata Yasin, juru bicara SMAN 5 Depok.
Buaya Muncul di Siang Hari dan Terus Bertumbuh
Berdasarkan pengamatan pihak sekolah, buaya tersebut biasanya muncul pada siang hari sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. Saat terlihat, buaya hanya berjemur di tepi sungai tanpa menunjukkan perilaku agresif, sebelum akhirnya kembali menghilang ke dalam aliran sungai.
“Umumnya keseringan memang munculnya di siang hari dari jam 12 sampai jam 1 siang. Hanya berjemur, tidak melakukan aktivitas yang membahayakan,” ujar Yasin.
Yasin juga menjelaskan bahwa ukuran buaya tersebut terus bertambah signifikan. Saat pertama kali terlihat beberapa bulan lalu, panjangnya hanya sekitar 25 hingga 30 sentimeter. Kini, ukuran buaya diperkirakan telah mencapai hampir 1,5 meter, menandakan pertumbuhan yang sehat namun berpotensi berbahaya.
Pertumbuhan tersebut menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi pihak sekolah, mengingat lokasi sungai berada sangat dekat dengan area kegiatan belajar mengajar. Menurut Yasin, keberadaan buaya ini bisa menjadi ancaman serius jika suatu saat masuk ke lingkungan sekolah, terlebih saat musim hujan ketika debit air sungai meningkat.
Pihak sekolah telah melakukan pelaporan dan langkah preventif kepada instansi terkait serta berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kota Depok. Sekolah meminta penanganan segera agar potensi risiko terhadap siswa dan lingkungan dapat diminimalkan.
Referensi: DetikNews