Di Balik OTT Bupati Pati Sudewo, Penyidik KPK Hadapi Banyak Kendala

KPK mengungkap proses penuh kendala saat OTT Bupati Pati Sudewo, termasuk peran Tim 8 dan upaya tersangka menghilangkan bukti. (Foto: KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
KPK mengungkap proses penuh kendala saat OTT Bupati Pati Sudewo, termasuk peran Tim 8 dan upaya tersangka menghilangkan bukti. (Foto: KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)

KPK mengungkap proses penuh kendala saat OTT Bupati Pati Sudewo, termasuk peran Tim 8 dan upaya tersangka menghilangkan bukti

Operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Bupati Pati Sudewo ternyata tidak berjalan mulus. Penyidik KPK menghadapi berbagai kendala di lapangan sebelum akhirnya berhasil mengamankan Sudewo dan mengungkap dugaan praktik pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa.

Menurut Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, kesulitan utama penyidik adalah mengidentifikasi pihak-pihak yang tergabung dalam Tim 8, kelompok yang disebut membantu Sudewo menjalankan aksinya. Tim tersebut berisi orang-orang kepercayaan dan bagian dari tim sukses Sudewo saat Pilkada.

“Terkait kesulitan di lapangan, iya. Kami harus mencocokkan siapa saja yang terlibat dan apa perannya. Baru diketahui itu adalah Tim 8,” kata Asep Guntur Rahayu, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK.

Pemeriksaan Panjang dan Upaya Mengelak

Berdasarkan keterangan KPK, penyidik harus melakukan pemeriksaan selama berjam-jam terhadap sejumlah kepala desa dan perangkat desa untuk memastikan peran masing-masing pihak. Identitas anggota Tim 8 baru terungkap setelah keterangan silang dari berbagai saksi.

“Itu setelah pemeriksaan berjam-jam, baru diketahui siapa bagian siapa dan apa perannya,” ujar Asep.

Selain itu, beberapa pihak yang diamankan disebut sempat mengelak dan tidak mengakui keterlibatan mereka. Situasi di lapangan semakin rumit ketika sebagian tersangka diduga sudah lebih dulu mengetahui akan ada OTT.

“Belum mereka tidak mengaku, dan ada yang memberi tahu pihak lain. Bahkan ada HP yang sudah direset,” kata Asep.

Penyidik juga mempertimbangkan faktor keamanan karena setiap kepala daerah memiliki pendukung dan konstituen. Proses pengamanan pun dilakukan dengan kehati-hatian tinggi hingga seluruh rangkaian OTT rampung.

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED