Insentif Motor Listrik Berpeluang Kembali, Pemerintah Masih Kaji Skema Baru
Wacana pemberian insentif untuk sepeda motor listrik kembali mencuat di tengah perubahan kebijakan kendaraan listrik di Indonesia. Meski sebelumnya pemerintah...
Read more
Motor yang digunakan untuk melintasi banjir wajib segera dicuci setelah digunakan. Air banjir tidak hanya mengandung air biasa, tetapi juga membawa lumpur, limbah, pasir, hingga zat kimia yang dapat merusak komponen kendaraan dalam waktu singkat.
Berdasarkan penjelasan praktisi perawatan otomotif, sisa air banjir yang dibiarkan menempel terlalu lama bisa menimbulkan berbagai masalah serius, mulai dari karat hingga gangguan sistem kelistrikan. Karena itu, mencuci motor setelah terendam atau melewati genangan banjir menjadi langkah perawatan yang tidak boleh diabaikan.
Mencegah karat pada komponen logam
Air banjir mempercepat proses oksidasi pada bagian logam motor. Baut, rangka, knalpot, dan bagian mesin berisiko berkarat jika tidak segera dibersihkan dan dikeringkan. Karat yang dibiarkan akan melemahkan struktur komponen dan memicu kerusakan permanen.
Melindungi sistem kelistrikan motor
Menurut teknisi bengkel sepeda motor, air banjir dapat masuk ke soket, kabel, dan komponen kelistrikan lainnya. Jika tidak dibersihkan, sisa air dan kotoran bisa menyebabkan korsleting. Dampaknya, motor menjadi sulit dinyalakan, lampu indikator bermasalah, hingga sistem pengapian terganggu.
Menjaga kondisi rantai tetap optimal
Rantai motor yang terkena banjir berisiko kehilangan pelumas karena air dan lumpur mengikis lapisan oli. Jika dibiarkan, rantai bisa kering, cepat aus, dan berkarat. Membersihkan rantai dengan air bersih lalu melumasinya kembali sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan keamanan berkendara.
Memastikan fungsi rem tetap pakem
Lumpur dan pasir yang menempel pada cakram atau tromol dapat mengurangi daya cengkeram rem. Gejala yang sering muncul adalah suara berdecit saat pengereman. Membersihkan sistem pengereman membantu menjaga performa rem tetap maksimal dan menghindari risiko kecelakaan.
Menghindari jamur dan bau tidak sedap pada jok
Air banjir membawa bakteri dan jamur yang mudah berkembang di jok motor berbahan busa. Jok yang lembap berpotensi menimbulkan bau tidak sedap dan masalah kesehatan bagi pengendara. Jok sebaiknya segera dicuci dan dikeringkan hingga benar-benar kering untuk mencegah pertumbuhan jamur.
Membersihkan motor setelah melewati banjir sebaiknya dilakukan dengan air bersih dan tekanan yang cukup, lalu dilanjutkan dengan pengeringan menyeluruh. Perawatan sederhana ini berperan besar dalam menjaga performa, keamanan, dan usia pakai motor.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Motor Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia motor — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Peristiwa tragis terjadi di wilayah Karawang, Jawa Barat, ketika seorang pria berinisial C berusia 32 tahun meninggal dunia setelah lehernya...
Kabar penting bagi pemilik Surat Izin Mengemudi atau Surat Izin Mengemudi yang masa berlakunya baru saja habis. Dalam kondisi tertentu,...