Waktu Terbaik Ngegym Saat Puasa Menurut Dokter Spesialis Olahraga

Ingin tetap gym saat Ramadan? Simak penjelasan dokter soal waktu terbaik latihan beban agar tidak lemas dan dehidrasi. (Foto: fithub.id)

Ingin tetap gym saat Ramadan? Simak penjelasan dokter soal waktu terbaik latihan beban agar tidak lemas dan dehidrasi

Bulan Ramadan membuat banyak orang menyesuaikan ulang jadwal olahraga, termasuk aktivitas ngegym. Tujuannya jelas, agar tubuh tidak tumbang, lemas, atau mengalami dehidrasi setelah latihan dalam kondisi berpuasa.

Setiap orang memiliki kebiasaan waktu latihan berbeda, ada yang terbiasa pagi hari, sore, bahkan setelah berbuka puasa. Namun, kapan sebenarnya waktu terbaik untuk melakukan latihan beban saat puasa?

Menurut dokter spesialis olahraga dr Andhika Raspati, SpKO, waktu yang paling ideal untuk ngegym selama Ramadan adalah pagi hari. Ia menjelaskan bahwa dari sisi metabolisme, latihan beban lebih banyak menggunakan cadangan gula dalam tubuh.

“Dari aspek metabolisme kebutuhan energi, yang namanya latihan beban atau nge gym itu bersifat glikolisis. Alias dia itu lebih banyak menggunakan cadangan gula daripada lemak tubuh,” kata dr Andhika Raspati, SpKO, dikutip dari Instagram atas izin yang bersangkutan pada Sabtu 21 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa pagi hari menjadi pilihan terbaik karena tubuh masih memiliki simpanan energi dari sahur.

“Maka itu, gue lebih prefer menyarankan orang nge gym itu pagi pagi. Soalnya kan kalau pagi pagi cadangan gula kita masih banyak kan habis sahur tuh,” ujar dr Andhika.

Penjelasan ini sejalan dengan prinsip dasar metabolisme tubuh. Saat sahur, tubuh mendapatkan asupan karbohidrat yang diubah menjadi glukosa dan disimpan sebagai glikogen di otot serta hati. Cadangan inilah yang digunakan saat melakukan aktivitas fisik seperti latihan beban.

Terkait kebutuhan protein harian, dr Andhika menegaskan tidak perlu khawatir jika belum langsung mengonsumsi protein setelah latihan pagi. Berdasarkan penelitian yang ia rujuk, kebutuhan protein tetap bisa dipenuhi saat berbuka puasa.

“Jadi ntar aja pas buka, lu kejar lagi kebutuhan protein,” katanya.

Salah satu kekhawatiran orang saat olahraga pagi di bulan puasa adalah rasa haus. Namun menurut dr Andhika, latihan beban relatif lebih aman dibandingkan kardio dalam hal risiko dehidrasi, terutama jika dilakukan dengan tempo santai.

“Justru dibandingin dengan kardio, yang namanya latihan beban di gym, selama main slow repetition, main santai nggak bakal banyak keringetan,” jelasnya.

Dengan intensitas yang terkontrol dan gerakan yang tidak terlalu cepat, produksi keringat cenderung lebih sedikit. Selain itu, sebagian besar pusat kebugaran kini dilengkapi pendingin ruangan sehingga membantu mengurangi risiko tubuh kehilangan cairan secara berlebihan.

“Artinya lu lebih aman dari dehidrasi. Apalagi kalau di gym kan umumnya pada pakai AC,” tutup dr Andhika.

Dengan pengaturan waktu yang tepat dan intensitas latihan yang disesuaikan, aktivitas ngegym saat puasa tetap bisa dilakukan secara aman dan efektif tanpa mengganggu kondisi tubuh.

Referensi:
detik.com

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED