Urine Berbusa Bisa Jadi Sinyal Penyakit, Ketahui Kapan Harus Periksa

Urine berbusa bisa menjadi tanda protein dalam urine. Kenali penyebab medis dan kapan kondisi ini perlu diperiksakan ke dokter. (Foto: Halodoc)
Urine berbusa bisa menjadi tanda protein dalam urine. Kenali penyebab medis dan kapan kondisi ini perlu diperiksakan ke dokter. (Foto: Halodoc)

Urine berbusa bisa menjadi tanda protein dalam urine

Munculnya gelembung kecil pada urine umumnya masih tergolong normal, terutama jika buang air kecil dilakukan dengan aliran yang kuat atau tergesa-gesa. Dalam kondisi tersebut, gelembung biasanya akan menghilang dengan cepat setelah buang air selesai. Namun, urine berbusa berbeda dengan sekadar gelembung biasa karena busanya tampak lebih tebal, berwarna putih, dan bertahan lebih lama di permukaan air.

Secara medis, urine berbusa sering dikaitkan dengan adanya protein yang lolos dari penyaringan ginjal dan masuk ke dalam urine. Kondisi ini dikenal sebagai proteinuria, atau dalam kasus tertentu disebut albuminuria. Menurut penjelasan dari para ahli kesehatan, ginjal yang sehat seharusnya mampu menahan protein agar tetap berada di dalam darah.

Penyebab Medis Urine Berbusa

Berdasarkan penjelasan medis dari berbagai institusi kesehatan, terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan protein muncul dalam urine dan memicu urine berbusa.

Diabetes yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah kecil dan sistem filtrasi ginjal. Menurut penjelasan medis, kondisi ini dikenal sebagai neuropati diabetik. Kerusakan tersebut membuat protein lebih mudah bocor ke urine, sehingga memunculkan busa yang tidak biasa.

Tekanan darah tinggi juga berperan besar terhadap kesehatan ginjal. Tekanan darah yang terus meningkat dapat merusak pembuluh darah ginjal dan mengganggu fungsi penyaringan. Pada ibu hamil, keberadaan protein dalam urine bahkan dapat menjadi tanda preeklampsia, kondisi serius yang membutuhkan penanganan medis segera.

Dehidrasi merupakan penyebab lain yang cukup umum. Berdasarkan penjelasan dari Cleveland Clinic, urine yang terlalu pekat akibat kurang cairan dapat tampak berbusa dan berwarna kuning gelap. Dalam kondisi ini, peningkatan asupan cairan sering kali dapat memperbaiki tampilan urine.

Selain itu, lupus, penyakit autoimun yang dapat menyerang berbagai organ tubuh, juga bisa memengaruhi fungsi ginjal. Ketika ginjal terlibat, kemampuan menyaring zat sisa dan protein akan menurun, sehingga protein masuk ke urine.

Infeksi saluran kemih juga sering dikaitkan dengan keberadaan protein dalam urine. Berdasarkan data medis, sebagian besar penderita infeksi saluran kemih dapat mengalami proteinuria sementara. Setelah infeksi diobati dan sembuh, kandungan protein biasanya akan menghilang.

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED