Manfaat Sinar Matahari untuk Kesehatan Tubuh dan Mental
Paparan sinar matahari, terutama pada pagi hari sebelum intensitas cahaya meningkat, dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Selain membantu tubuh...
Read more
Munculnya gelembung kecil pada urine umumnya masih tergolong normal, terutama jika buang air kecil dilakukan dengan aliran yang kuat atau tergesa-gesa. Dalam kondisi tersebut, gelembung biasanya akan menghilang dengan cepat setelah buang air selesai. Namun, urine berbusa berbeda dengan sekadar gelembung biasa karena busanya tampak lebih tebal, berwarna putih, dan bertahan lebih lama di permukaan air.
Secara medis, urine berbusa sering dikaitkan dengan adanya protein yang lolos dari penyaringan ginjal dan masuk ke dalam urine. Kondisi ini dikenal sebagai proteinuria, atau dalam kasus tertentu disebut albuminuria. Menurut penjelasan dari para ahli kesehatan, ginjal yang sehat seharusnya mampu menahan protein agar tetap berada di dalam darah.
Berdasarkan penjelasan medis dari berbagai institusi kesehatan, terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan protein muncul dalam urine dan memicu urine berbusa.
Diabetes yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah kecil dan sistem filtrasi ginjal. Menurut penjelasan medis, kondisi ini dikenal sebagai neuropati diabetik. Kerusakan tersebut membuat protein lebih mudah bocor ke urine, sehingga memunculkan busa yang tidak biasa.
Tekanan darah tinggi juga berperan besar terhadap kesehatan ginjal. Tekanan darah yang terus meningkat dapat merusak pembuluh darah ginjal dan mengganggu fungsi penyaringan. Pada ibu hamil, keberadaan protein dalam urine bahkan dapat menjadi tanda preeklampsia, kondisi serius yang membutuhkan penanganan medis segera.
Dehidrasi merupakan penyebab lain yang cukup umum. Berdasarkan penjelasan dari Cleveland Clinic, urine yang terlalu pekat akibat kurang cairan dapat tampak berbusa dan berwarna kuning gelap. Dalam kondisi ini, peningkatan asupan cairan sering kali dapat memperbaiki tampilan urine.
Selain itu, lupus, penyakit autoimun yang dapat menyerang berbagai organ tubuh, juga bisa memengaruhi fungsi ginjal. Ketika ginjal terlibat, kemampuan menyaring zat sisa dan protein akan menurun, sehingga protein masuk ke urine.
Infeksi saluran kemih juga sering dikaitkan dengan keberadaan protein dalam urine. Berdasarkan data medis, sebagian besar penderita infeksi saluran kemih dapat mengalami proteinuria sementara. Setelah infeksi diobati dan sembuh, kandungan protein biasanya akan menghilang.
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ada satu camilan sederhana yang hampir selalu berhasil bikin kita berhenti makan nasi lebih cepat, tapi malah nambah peyek berkali-kali....
Jujur saja, di akhir bulan atau saat malas keluar rumah, keinginan ngemil itu tetap datang tanpa permisi. Kalau biasanya kita...