Sydney Sweeney Angkat Suara Usai Film Christy Alami Kegagalan Box Office

Sydney Sweeney menegaskan film Christy dibuat untuk dampak sosial, meski memulai debut box office yang lemah di lebih dari 2.000 bioskop. (Foto: Getty Images)

Sydney Sweeney menegaskan film Christy dibuat untuk dampak sosial, meski memulai debut box office yang lemah di lebih dari 2

Christy, film biografi drama yang dibintangi Sydney Sweeney, memulai debut yang mengecewakan di box office. Berdasarkan data dari Variety, film R-rated ini hanya meraih pendapatan 1,3 juta dolar AS (sekitar Rp20 miliar) pada pekan pertama di lebih dari 2.000 bioskop di Amerika Utara, menjadikannya salah satu pembukaan terburuk untuk film yang dirilis secara luas.

Meski demikian, Sydney Sweeney menegaskan bahwa tujuan pembuatan film tidak selalu diukur dari angka penjualan tiket. “We don’t always just make art for numbers, we make it for impact,” kata Sweeney dalam unggahan panjang di Instagramnya. “Christy telah menjadi proyek yang paling berdampak dalam hidup saya.”

Kisah Film Christy

Disutradarai oleh David Michôd, film ini juga dibintangi oleh Ben Foster, Merritt Weaver, dan Katy O’Brian. Film ini menceritakan perjalanan Christy Martin, petinju wanita terkemuka, dari masa awal karier hingga menghadapi percobaan pembunuhan oleh pelatih sekaligus suaminya.

Menurut kritikus Owen Gleiberman, yang meninjau film ini untuk Variety, penampilan Sydney Sweeney sangat transformasional. Gleiberman menyebut Christy sebagai “wrenching portrait of abuse, enabling, gaslighting, and just how far domestic violence can go.” Film ini menekankan tema survival, courage, dan hope, serta telah digunakan untuk meningkatkan kesadaran tentang kekerasan domestik.

Sweeney menambahkan, “If Christy gave even one woman the courage to take her first step toward safety, then we will have succeeded,” menegaskan tujuan sosial yang mendasari proyek tersebut.

Produksi dan Strategi Distribusi

Christy menjadi rilis teatrikal pertama dari Black Bear Pictures. Dengan biaya produksi 15 juta dolar AS (sekitar Rp230 miliar), perusahaan indie ini juga telah menjual hak distribusi ke beberapa wilayah internasional, yang diharapkan dapat menutup potensi kerugian dari box office domestik.

Film ini bergabung dengan deretan film festival darlings yang gagal di box office, termasuk Die My Love dengan Jennifer Lawrence dan Robert Pattinson, serta dokumenter musik seperti Springsteen: Deliver Me From Nowhere dan The Smashing Machine.

Referensi: Variety

📚 ️Baca Juga Seputar Film

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Film Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia film — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED