Pembersihan Elite Militer China, Profil Dua Jenderal yang Disingkirkan Xi Jinping
Presiden China Xi Jinping mengambil langkah drastis dengan memecat dua jenderal paling senior di militer China, sebuah keputusan yang mengguncang...
Read more
Dua puluh tujuh pemimpin Uni Eropa berkumpul di Brussels pada Kamis, 22 Januari, dengan satu fokus utama, meredakan ketegangan politik dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertemuan ini digelar menyusul ancaman Trump untuk mengenakan tarif impor sebesar 10 persen terhadap sejumlah negara Eropa yang mendukung Denmark dalam isu Greenland.
Ancaman tarif tersebut sempat ditujukan kepada Jerman, Denmark, Finlandia, Prancis, Belanda, Swedia, Inggris, dan Norwegia. Greenland menjadi sorotan setelah muncul ambisi geopolitik Washington terhadap wilayah Arktik tersebut, yang secara historis berada di bawah kedaulatan Denmark.
Tekanan terhadap pertemuan di Brussels mereda setelah Trump mencabut ancamannya. Berdasarkan pernyataan resmi yang berkembang, keputusan itu diambil usai tercapainya kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland antara Trump dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dalam Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum di Davos, Swiss.
Menurut Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, pendekatan UE tetap mengedepankan dialog tanpa memicu eskalasi. “Kami berinteraksi secara aktif dengan Amerika Serikat di berbagai level. Kami melakukannya dengan tegas, tetapi tidak menimbulkan eskalasi. Kami tahu bahwa kami harus semakin bekerja demi Eropa yang mandiri,” kata Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa.
Dalam sepekan terakhir, hubungan Eropa dan Amerika Serikat nyaris memasuki fase krisis terbuka. Presiden Dewan Eropa Antonio Costa secara terbuka menegaskan adanya perbedaan nilai antara kedua pihak. “Cara hidup Eropa tidak sama dengan cara hidup Amerika. Di antara sekutu, hubungan seharusnya dikelola dengan rasa hormat,” kata Antonio Costa.
Meski demikian, peluang rekonsiliasi tetap terbuka. Kanselir Jerman Friedrich Merz menilai bahwa banyak pihak di Amerika Serikat juga memiliki pandangan serupa dengan Eropa. Ia menegaskan pentingnya menjaga aliansi trans-Atlantik yang telah terbangun selama 75 tahun.
Di balik bahasa diplomasi, Uni Eropa tetap menyiapkan langkah antisipatif. Berdasarkan pernyataan von der Leyen, UE telah menyusun potensi langkah balasan termasuk paket tarif senilai 93 miliar euro (sekitar Rp1,85 kuadriliun) serta penggunaan Anti-Coercion Instrument atau ACI yang dikenal sebagai trade bazooka.
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kabar meninggalnya selebgram Lula Lahfah di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan belum lama ini mengundang perhatian luas. Banyak pihak terkejut...
Diet kerap identik dengan pembatasan porsi dan rasa lapar yang berkepanjangan. Tak sedikit orang menganggap menurunkan berat badan berarti harus...