Trump Klaim Negosiasi AS dan Iran di Pakistan Tunjukkan Kemajuan

Trump ungkap negosiasi AS dan Iran di Pakistan menunjukkan kemajuan positif meski belum ada kesepakatan resmi. (Foto: pediastan.com)

Trump ungkap negosiasi AS dan Iran di Pakistan menunjukkan kemajuan positif meski belum ada kesepakatan resmi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang difasilitasi oleh Pakistan saat ini masih berlangsung. Ia menyebut adanya kemajuan positif dalam proses perundingan tersebut, meski belum menjelaskan secara rinci hasil yang dicapai.

Menurut Donald Trump, peluang kesepakatan antara kedua negara cukup terbuka dalam waktu dekat. “Kesepakatan dapat dibuat dengan cukup cepat,” kata Trump dalam wawancara.

Namun demikian, Trump tidak memberikan detail apakah kemajuan tersebut mencakup hal penting seperti gencatan senjata atau pembukaan jalur strategis Selat Hormuz. Ketidakjelasan ini membuat arah negosiasi masih menjadi tanda tanya.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyampaikan pernyataan terkait operasi militer yang sedang berlangsung. Ia mengungkapkan bahwa masih ada ribuan target yang belum diserang.

“Kita masih memiliki sekitar 3.000 target – kita telah membom 13.000 target – dan beberapa ribu target lagi yang harus dibom,” kata Donald Trump.

Selain itu, Trump mengklaim bahwa Iran telah memberikan izin kepada kapal tanker minyak berbendera Pakistan untuk melintasi Selat Hormuz. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk “hadiah” dalam konteks hubungan diplomatik.

Menurut Trump, izin tersebut bahkan telah ditingkatkan jumlahnya atas persetujuan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. “Dialah yang mengizinkan pengiriman kapal-kapal itu kepada saya,” ujarnya.

Pakistan Perkuat Peran Sebagai Mediator

Peran Pakistan dalam konflik ini menjadi semakin penting. Negara tersebut menjadi perantara dalam komunikasi antara Washington dan Teheran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan informasi dari otoritas setempat, pertemuan para Menteri Luar Negeri dari Arab Saudi, Mesir, Turki, dan Pakistan juga berlangsung di Islamabad. Agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan.

Menurut Kementerian Luar Negeri Pakistan, pertemuan ini bertujuan untuk meninjau perkembangan situasi regional dan membahas berbagai isu kepentingan bersama.

Pakistan dinilai memiliki posisi strategis karena memiliki hubungan baik dengan kedua pihak. Perdana Menteri Shehbaz Sharif disebut aktif melakukan komunikasi diplomatik, termasuk berbicara langsung dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Dalam percakapan tersebut, Iran menyampaikan apresiasi terhadap upaya Pakistan dalam memediasi konflik. Pezeshkian disebut berterima kasih atas langkah diplomatik yang dilakukan untuk meredakan ketegangan.

Meski demikian, pihak Iran belum secara resmi mengakui adanya pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat. Namun, berdasarkan informasi dari sumber yang dikutip kantor berita Iran, Teheran disebut telah memberikan tanggapan terhadap proposal yang diajukan Trump melalui jalur Pakistan.

Negosiasi yang masih berlangsung ini menjadi sorotan dunia internasional, mengingat dampaknya yang luas terhadap keamanan global serta stabilitas ekonomi, terutama terkait jalur distribusi energi di kawasan Timur Tengah.

Referensi:
Detik

📚 ️Baca Juga Seputar Internasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED