Tercekik Blokade AS, Warga Kuba Curhat Soal Listrik dan Krisis Pangan

Warga Kuba mengeluh listrik hanya menyala sekitar 30 menit sehari akibat krisis bahan bakar dan blokade AS. (Foto: Reuters - Norlys Perez)

Warga Kuba mengeluh listrik hanya menyala sekitar 30 menit sehari akibat krisis bahan bakar dan blokade AS

Kuba tengah menghadapi krisis pangan dan energi yang semakin memburuk. Pemadaman listrik terjadi hampir setiap hari, bahkan di sejumlah wilayah warga hanya mendapat aliran listrik sekitar 30 menit dalam sehari. Situasi ini terjadi di tengah krisis bahan bakar yang disebut imbas blokade minyak oleh Amerika Serikat.

Seorang warga Kuba, Isben Peralta, menceritakan kondisinya kepada CBC News. Ia tinggal di Ciego De Avila, wilayah Kuba tengah, dan mengelola sebuah pizzeria kecil dari rumahnya.

“Bagi saya, setiap perubahan akan lebih baik dibandingkan apa yang kami alami sekarang, karena kondisi yang kami jalani tidak manusiawi,” kata Peralta.

Ia mengungkapkan bahwa hanya sebagian kecil warga yang memiliki usaha kecil masih bisa bertahan memenuhi kebutuhan makan. “Beberapa dari kami yang memiliki usaha kecil masih bisa makan, tetapi banyak, sangat banyak orang yang tidak mampu. Kondisinya sangat buruk,” ujarnya.

Peralta mengaku masih cukup beruntung karena bisa mendapatkan listrik beberapa jam setiap hari, terutama karena lokasinya dekat dengan area distribusi bahan bakar. Kadang ia menikmati listrik hingga tiga jam penuh. Namun di wilayah lain dalam provinsinya, warga harus menghadapi pemadaman hingga 10 sampai 11 jam, bahkan hanya mendapatkan sekitar 30 menit listrik dalam sehari.

“Kami punya sedikit listrik… lalu diputus selama lima jam berturut-turut sebelum dinyalakan sebentar lagi,” kata Peralta seperti dikutip CBC News.

Dampak Krisis Energi hingga Gangguan Penerbangan

Dampak krisis bahan bakar juga terasa di sektor penerbangan. Pada Minggu (8/2), Bandara Internasional Jose Marti di Havana mengeluarkan peringatan melalui NOTAM yang dipasang di situs Administrasi Penerbangan Federal atau Federal Aviation Administration. Dalam pemberitahuan tersebut disebutkan bahwa persediaan bahan bakar jet hampir habis.

Bandara Internasional Jose Marti International Airport merupakan pintu gerbang utama ke ibu kota Havana. Sehari setelah peringatan itu, maskapai Kanada menghentikan layanan penerbangan ke Kuba dan memulangkan para wisatawan.

Salah satu warga yang terdampak adalah Luis Escalona, yang tinggal di Winnipeg, Kanada. Ia tidak dapat melanjutkan perjalanan untuk bertemu keluarganya di Holguin, Kuba tenggara, karena penerbangannya dibatalkan.

“Saya sudah merencanakan menyewa mobil dan pergi bersamanya pada Maret nanti. Sekarang, ia harus menunggu karena listrik, pasokan, dan bensin tidak ada, dan penerbangan kami dibatalkan,” ujarnya.

Escalona mengaku sangat kecewa karena telah membeli banyak barang kebutuhan untuk keluarganya di Kuba. “Saya sangat kecewa… saya membeli banyak barang yang dibutuhkan keluarga saya untuk bertahan hidup, yang sulit atau tidak mampu mereka beli di Kuba,” tambahnya.

Kuba selama ini bergantung pada Venezuela untuk pasokan minyak. Namun sejak pertengahan Desember, negara tersebut tidak lagi menerima minyak mentah dari sekutunya. Situasi ini diperparah setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengenakan sanksi terhadap sejumlah negara yang menjual bahan bakar ke Kuba.

Mantan duta besar Kanada untuk Kuba, Mark Entwistle, menilai kebijakan tersebut bertujuan memberi tekanan besar terhadap ekonomi Kuba. Menurutnya, Kuba telah lama menghadapi kekurangan pangan, obat obatan, dan masalah energi, dan tekanan tambahan dari AS membuat situasi semakin berat.

“Saya tidak percaya pemerintahan Trump pun akan mencoba memblokir bantuan kemanusiaan untuk anak-anak yang kelaparan,” ujarnya.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Internasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED