Komdigi Targetkan 5G Sesungguhnya Meluncur Sebelum HUT RI 2026
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan masyarakat Indonesia dapat menikmati layanan 5G yang sesungguhnya sebelum peringatan Hari Ulang Tahun Republik...
Read more
Microsoft mengumumkan langkah strategis baru dalam upayanya memperluas portofolio kecerdasan buatan (AI). Kini, selain model dari OpenAI, pengguna Microsoft 365 Copilot akan dapat memilih model-model AI dari Anthropic — khususnya Claude Sonnet 4 dan Claude Opus 4.1 — melalui fitur “Researcher” dan dalam alat pembuatan agen di Microsoft Copilot Studio.
Langkah ini dianggap sebagai upaya Microsoft untuk mengurangi ketergantungan tunggal terhadap OpenAI dan menawarkan fleksibilitas lebih bagi pengguna dalam memilih model AI terbaik sesuai kebutuhan.
Menurut pernyataan Charles Lamanna, Presiden Divisi Copilot Bisnis dan Industri Microsoft, pengguna yang telah memilih untuk mencoba model Claude dapat langsung berpindah antara model OpenAI dan Anthropic di dalam fitur Researcher mulai hari pengumuman tersebut.
Selain itu, dalam Copilot Studio — platform Microsoft untuk membuat agen AI kustom — pengguna juga akan dapat memanfaatkan model-model Anthropic bersama model lain, menciptakan kombinasi AI yang lebih beragam.
Microsoft menegaskan bahwa meskipun integrasi baru ini, dukungan terhadap model-model OpenAI tetap berlanjut. Dengan demikian, pengguna tidak kehilangan akses ke model-model generatif yang selama ini menjadi andalan Copilot.
Selama ini, Microsoft mengandalkan kerja sama erat dengan OpenAI untuk menggerakkan fitur-fitur AI di aplikasi-aplikasi seperti Word, Outlook, Excel, dan PowerPoint. Namun dalam praktiknya, Microsoft juga telah mengembangkan model sendiri sekaligus membuka pintu bagi integrasi model pihak ketiga, misalnya dari DeepSeek, xAI, dan Meta.
Salah satu tantangan yang dihadapi Microsoft adalah bagaimana menjaga inovasi AI tanpa terlalu tergantung pada satu penyedia teknologi. Dengan memperluas jangkauan ke model-model Anthropic, perusahaan memperlihatkan kesediaannya berada di antara kompetisi model AI daripada hanya sebagai pengguna tunggal.
Menariknya, model-model Anthropic tersebut dihosting terutama di Amazon Web Services (AWS), yang kompetitor langsung Microsoft dalam layanan cloud. Hal ini menyoroti bahwa dalam ranah AI, kolaborasi lintas kompetisi tetap terjadi demi kemajuan teknologi.
Dengan hadirnya pilihan model Anthropic di dalam Copilot, pengguna akan lebih leluasa menyesuaikan AI menurut konteks penggunaan, seperti penelitian, penulisan, pemrosesan data kompleks, atau pembuatan agen khusus.
Model-model Claude dari Anthropic, terutama Sonnet 4 dan Opus 4.1, dikenal memiliki kemampuan reasoning (penalaran) yang kuat dan performa dalam tugas kompleks. Integrasi ini memberi alternatif baru dibandingkan pilihan default OpenAI yang selama ini dominan.
Bagi pengembang agen AI di Copilot Studio, kehadiran model Anthropic juga membuka kemungkinan untuk eksperimen lebih kaya—misalnya mencampur model-model berbeda dalam satu alur kerja. Hal ini memungkinkan agen AI yang lebih “tailor-made” bagi kebutuhan spesifik pengguna atau bisnis.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Los Angeles, Amerika Serikat — Amerika Serikat akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia FIFA 2026 dengan menghadapi Paraguay dalam...
Makhluk Pertama dari Balik Retakan Dua mata merah itu tidak berkedip. Mereka hanya menatap. Diam. Penuh rasa lapar. Dalam kegelapan...