Telur Rebus Setengah Matang atau Matang, Pilihan Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Telur rebus setengah matang dan matang memiliki kandungan gizi yang hampir sama. Simak perbedaan manfaat, penyerapan protein, dan tingkat keamanannya.

Telur rebus setengah matang dan matang memiliki kandungan gizi yang hampir sama

Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang mudah diperoleh, bergizi tinggi, dan dapat diolah dengan berbagai cara. Salah satu perdebatan yang cukup sering muncul adalah apakah telur rebus setengah matang lebih sehat dibandingkan telur yang dimasak hingga matang sempurna.

Sebagian orang menyukai telur setengah matang karena teksturnya lebih lembut dan bagian kuningnya masih cair. Di sisi lain, ada pula yang memilih telur matang sempurna karena dianggap lebih aman dikonsumsi.

Berdasarkan berbagai penelitian ilmiah, kedua jenis olahan tersebut sama-sama memiliki nilai gizi yang tinggi. Perbedaannya lebih banyak terletak pada proses penyerapan nutrisi dan aspek keamanan pangan.

Kandungan Gizi Hampir Sama, Tetapi Ada Perbedaan pada Penyerapan Protein

Menurut publikasi di American Journal of Clinical Nutrition, proses memasak memang dapat memengaruhi beberapa zat gizi yang sensitif terhadap panas. Kandungan antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin, yang berperan menjaga kesehatan mata, cenderung lebih banyak dipertahankan pada telur yang dimasak lebih singkat.

Meski demikian, perbedaan kandungan nutrisi secara keseluruhan tidak terlalu besar. Telur tetap menjadi sumber protein berkualitas tinggi, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, kolin, serta selenium yang penting bagi fungsi tubuh.

Di sisi lain, penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition menunjukkan bahwa protein pada telur yang dimasak hingga matang lebih mudah dicerna oleh tubuh. Proses pemanasan mengubah struktur protein sehingga lebih mudah dipecah oleh enzim pencernaan.

Baca Juga:  Alasan Kaki Sering Kram Bisa Menjadi Tanda Gagal Ginjal

Artinya, meskipun kandungan proteinnya hampir sama, tubuh dapat memanfaatkan protein dari telur matang dengan lebih optimal dibandingkan telur yang masih setengah matang.

Selain faktor nutrisi, aspek yang paling membedakan kedua jenis telur tersebut adalah keamanan pangan.

Telur yang belum matang sempurna masih memiliki kemungkinan mengandung bakteri Salmonella apabila proses produksi, penyimpanan, atau distribusinya tidak memenuhi standar keamanan. Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare, mual, muntah, demam, hingga kram perut.

Risiko tersebut memang relatif rendah jika telur berasal dari sumber yang terpercaya dan ditangani dengan baik. Namun, kelompok tertentu seperti ibu hamil, anak-anak, lansia, serta orang dengan daya tahan tubuh yang lemah lebih dianjurkan mengonsumsi telur yang dimasak hingga matang sempurna.

Memasak telur sampai bagian putih dan kuningnya benar-benar matang menjadi salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko paparan bakteri penyebab penyakit.

Bagi orang dewasa yang sehat, telur setengah matang umumnya masih dapat dikonsumsi apabila berasal dari sumber yang higienis. Namun, dari sisi keamanan dan penyerapan protein, telur matang tetap menjadi pilihan yang lebih direkomendasikan tanpa mengurangi manfaat gizinya secara berarti.

Referensi:
detikHealth

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED