Viral Minum Air Hangat Sebelum Tidur Bisa Menjaga Ginjal, Ini Penjelasan Dokter
Belakangan ini media sosial diramaikan oleh klaim yang menyebut minum air putih hangat sebelum tidur dapat membuat ginjal lebih sehat....
Read more
Nyeri sendi akibat asam urat kerap datang tanpa peringatan. Rasa nyeri yang muncul mendadak, terutama di jempol kaki, lutut, atau pergelangan, bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu faktor utama yang sering memicu kambuhnya penyakit ini adalah pola makan yang kurang terkontrol.
Asam urat terjadi ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi dan membentuk kristal di persendian. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh asupan purin, yaitu senyawa alami yang terdapat dalam berbagai jenis makanan. Ketika purin dipecah oleh tubuh, hasil akhirnya adalah asam urat.
Menurut berbagai sumber medis, membatasi makanan tinggi purin menjadi langkah penting untuk mencegah kekambuhan. Menariknya, tidak semua pemicu asam urat berasal dari makanan yang dianggap tidak sehat. Beberapa makanan yang terasa lezat dan umum dikonsumsi justru sering luput dari perhatian.
Berikut ini sejumlah makanan yang sebaiknya dikonsumsi secara terbatas oleh pengidap asam urat agar kadar asam urat tetap terkendali.
Seafood Tertentu
Makanan laut dikenal kaya protein dan nutrisi. Namun, tidak semua jenis seafood aman bagi pengidap asam urat. Berdasarkan penjelasan dari Mayo Clinic, beberapa ikan dan kerang memiliki kandungan purin tinggi yang dapat memicu peningkatan kadar asam urat.
Jenis seafood yang sebaiknya dibatasi antara lain ikan teri, sarden, ikan kod, serta kerang-kerangan. Konsumsi berlebihan dari makanan ini dikaitkan dengan meningkatnya risiko serangan asam urat, terutama pada mereka yang sudah memiliki riwayat penyakit tersebut.
Bukan berarti semua makanan laut harus dihindari sepenuhnya. Pengidap asam urat masih dapat mengonsumsi seafood dengan kandungan purin lebih rendah, asalkan dalam porsi kecil dan tidak terlalu sering.
Daging Merah
Daging merah seperti sapi dan domba sering menjadi menu favorit karena rasanya yang gurih dan kandungan proteinnya yang tinggi. Namun, jenis daging ini juga mengandung purin dalam jumlah cukup besar.
Menurut berbagai literatur kesehatan, konsumsi daging merah sebaiknya dibatasi dan tidak dijadikan menu harian bagi pengidap asam urat. Mengonsumsi daging merah terlalu sering dapat menyebabkan lonjakan kadar asam urat dalam darah.
Sebagai alternatif, daging putih seperti ayam tanpa kulit atau ikan dengan kandungan purin lebih rendah dapat menjadi pilihan yang lebih aman. Pengolahan makanan juga berperan penting, dengan metode memasak yang minim lemak dan tidak digoreng berlebihan.
Madu
Madu sering dianggap sebagai pemanis alami yang lebih sehat dibandingkan gula pasir. Namun, berdasarkan informasi dari WebMD, madu mengandung fruktosa dalam jumlah cukup tinggi.
Fruktosa merupakan jenis gula yang dapat meningkatkan produksi asam urat ketika dipecah dalam tubuh. Saat fruktosa dimetabolisme, tubuh akan melepaskan purin yang kemudian diubah menjadi asam urat.
Mengonsumsi madu dalam jumlah kecil sesekali masih tergolong aman. Namun, konsumsi berlebihan atau terlalu sering dapat meningkatkan risiko kambuhnya asam urat. Oleh karena itu, pengidap asam urat disarankan untuk membatasi asupan makanan dan minuman tinggi fruktosa.
Makanan Manis Olahan
Selain madu, berbagai makanan manis olahan juga patut diwaspadai. Produk yang dimaniskan dengan sirup jagung fruktosa tinggi sering ditemukan pada sereal, makanan panggang, minuman manis, hingga sup kalengan.
Berdasarkan data kesehatan, konsumsi gula berlebih, apa pun jenisnya, dapat meningkatkan risiko penyakit asam urat. Sirup jagung fruktosa tinggi secara khusus dikaitkan dengan peningkatan kadar asam urat karena memicu produksi purin dalam tubuh.
Pengidap asam urat sebaiknya membaca label nutrisi dengan cermat dan mengurangi konsumsi makanan kemasan yang tinggi gula tambahan. Mengganti camilan manis dengan buah segar rendah fruktosa dapat menjadi pilihan yang lebih aman.
Roti Putih dan Pasta
Roti putih, pasta, dan nasi putih termasuk makanan dengan indeks glikemik tinggi. Menurut Healthline, penelitian menunjukkan bahwa menurunkan indeks glikemik dalam pola makan dapat membantu menekan kadar asam urat.
Makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat memicu lonjakan gula darah dan berkontribusi pada peningkatan kadar asam urat. Oleh karena itu, membatasi konsumsi roti putih dan pasta dinilai dapat membantu mengurangi risiko kambuhnya nyeri sendi.
Sebagai pengganti, pengidap asam urat disarankan memilih sumber karbohidrat kompleks seperti roti gandum utuh, beras merah, atau oat yang memiliki indeks glikemik lebih rendah dan lebih ramah bagi metabolisme tubuh.
Mengelola asam urat bukan hanya soal menghindari makanan tertentu, tetapi juga menerapkan pola makan seimbang dan konsisten. Memperhatikan jenis makanan, porsi, serta frekuensi konsumsi menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas hidup tetap optimal dan mengurangi risiko nyeri sendi berulang.
Referensi: DetikHealth
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Belakangan ini media sosial diramaikan oleh klaim yang menyebut minum air putih hangat sebelum tidur dapat membuat ginjal lebih sehat....
Cuaca di wilayah Jakarta dan sekitarnya terasa lebih panas dibanding biasanya dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dirasakan banyak warga...