Sudoku Packing Method Solusi Praktis Traveling Tanpa Overpacking
Saat merencanakan perjalanan, banyak orang tanpa sadar melakukan overpacking atau membawa terlalu banyak barang. Kekhawatiran tidak memiliki cukup outfit saat...
Read more
Ramadan identik dengan momen buka puasa bersama atau bukber. Tradisi ini menjadi ajang mempererat silaturahmi dengan keluarga, teman, hingga rekan kerja. Namun di balik kehangatan tersebut, banyaknya undangan bukber sering kali membuat pengeluaran membengkak tanpa disadari.
Perencanaan anggaran bukber menjadi langkah penting agar kegiatan sosial tetap berjalan tanpa membuat kondisi keuangan pribadi tekor. Terlebih, tidak sedikit orang merasa sungkan menolak ajakan bukber meski kondisi keuangan sedang terbatas.
Agar tetap bisa menjaga relasi tanpa mengorbankan stabilitas finansial, berikut beberapa tips mengatur anggaran bukber secara bijak.
Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi Andi Nugroho menjelaskan bahwa tidak ada acuan baku mengenai besaran ideal anggaran bukber. Semua bergantung pada total pengeluaran dan kondisi keuangan masing-masing.
Menurut Andi Nugroho, kebutuhan utama harus menjadi prioritas sebelum mengalokasikan dana untuk bukber. Jika seluruh kebutuhan penting sudah terpenuhi, sisa dana dapat digunakan untuk menghadiri acara buka puasa bersama.
“Namun bila pengeluaran-pengeluaran lain yang bersifat penting dan wajib belum terpenuhi, maka akan lebih bijak bila kita alokasikan maksimal 10 persen dari penghasilan untuk semua bukber yang ada di jadwal kita,” kata Andi Nugroho saat dihubungi, Jumat (20/2).
Selain itu, Andi juga menyarankan untuk melakukan seleksi undangan apabila dana terbatas dan undangan bukber cukup banyak.
“Selain itu bila dananya terbatas dan ada sekian banyak undangan bukber, maka sebaiknya lakukan seleksi mana undangan yang sekiranya benar-benar perlu kita hadiri dan mana yang masih bisa di-skip,” terang Andi.
Langkah ini dinilai penting agar pengeluaran tetap terkendali dan tidak mengganggu kebutuhan pokok seperti cicilan, tagihan bulanan, dan kebutuhan rumah tangga.
Sementara itu, Perencana Keuangan One Shild Consulting Agustina Fitria memberikan tips sederhana yang bisa diterapkan selama Ramadan. Ia menyebutkan bahwa selama berpuasa, seseorang tidak mengeluarkan biaya makan siang seperti hari biasa.
“Maka uang jatah makan siang itu bisa disimpan dan digunakan untuk buka puasa bersama. Jadi tidak perlu ada pos pengeluaran khusus,” ujar Agustina, Jumat (20/2).
Dengan cara ini, dana bukber bisa diambil dari pengalihan anggaran makan siang tanpa perlu menambah beban keuangan baru.
Namun Agustina mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan dana utang untuk membiayai bukber. Ia menegaskan penggunaan paylater, kartu kredit, pinjaman online, atau bahkan menjual aset demi menghadiri acara bukber bukanlah keputusan yang bijak.
“Yang perlu dicatat adalah jangan menggunakan utang, seperti paylater, kartu kredit, pinjaman online, dan lain-lain untuk bukber. Menjual aset untuk bukber juga tidak bijak, karena bukber hanya sesaat. Tidak sepadan dengan usaha untuk mendapatkan asetnya,” ujar Agustina.
Dengan perencanaan yang matang, bukber tetap bisa dinikmati tanpa membuat kondisi keuangan terganggu. Mengatur prioritas, membatasi pengeluaran, serta menghindari utang menjadi kunci agar Ramadan tetap tenang secara finansial.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Tips Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia tips — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan puing helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air setelah melakukan pencarian intensif di wilayah Kabupaten...
Sebuah rekaman video memperlihatkan dua sejoli diduga bermesraan di dalam kedai Es Teh Indonesia cabang Kibin, dan menjadi perbincangan di...