Pepes Ikan Tongkol Homemade Gurih Pedas dan Rendah Minyak Mudah Dibuat
Pepes ikan tongkol menjadi salah satu hidangan khas Nusantara yang selalu menggugah selera. Perpaduan rasa gurih, pedas, dan aroma khas...
Read more
Setiap kali aroma pandan dan gula merah tercium dari dapur, rasanya langsung seperti dibawa kembali ke masa kecil. Suara kukusan yang mendesis, aroma khas tepung beras kukus, dan sensasi manis legit dari gula merah yang meleleh di tengah kue — semua itu jadi bagian dari kenangan sederhana yang sulit dilupakan.
Kini, kamu tak perlu lagi mencari pedagang putu keliling yang bunyi cetakannya khas di malam hari. Karena resep kue putu gula merah tanpa bambu ini bisa kamu buat sendiri di rumah dengan bahan sederhana dan cara yang mudah. Meski tanpa cetakan bambu, hasilnya tetap empuk, harum, dan mekar sempurna seperti versi tradisionalnya.
Kunci dari kue putu yang lembut dan harum terletak pada tepung beras yang dikukus lebih dulu, penggunaan air daun suji dan pandan segar, serta gula merah iris tipis yang akan meleleh cantik di dalamnya saat dikukus.
Meski tanpa bambu, kamu bisa menggunakan cetakan kue mangkok kecil atau bahkan cup silikon sebagai pengganti. Hasilnya tetap lezat dan menggoda, dengan aroma khas yang membuat siapa pun ingin mencicipi.
200 gram tepung beras (kukus selama 1 jam)
100 ml air mendidih
1 sdm air daun suji (dari 25 lembar daun suji + 3 lembar daun pandan yang ditumbuk lalu diperas)
½ sdt garam
4 tetes pewarna hijau (opsional, untuk warna lebih cerah)
100 gram gula merah, iris tipis untuk isian
150 gram kelapa setengah tua, parut kasar
¼ sdt garam untuk kelapa parut (kukus 10 menit)
Campurkan air mendidih, air daun suji, garam, dan pewarna hijau dalam satu wadah. Aduk rata hingga warnanya tercampur sempurna. Campuran ini akan memberi aroma dan warna alami pada adonan.
Tuang campuran cair ke tepung beras yang telah dikukus sebelumnya. Aduk menggunakan sendok kayu hingga berbutir halus. Jika perlu, ayak kembali adonan agar teksturnya lebih lembut.
Gunakan cetakan kue mangkok kecil, cawan keramik, atau cup silikon sebagai pengganti bambu. Oles tipis dengan minyak goreng agar adonan tidak lengket saat matang.
Masukkan sedikit adonan tepung ke dalam cetakan, tekan bagian tengahnya sedikit untuk membuat lubang. Isi dengan irisan gula merah, lalu tutup kembali dengan adonan tanpa menekan terlalu keras — biarkan adonan tetap berbutir agar kue mekar dengan cantik.
Panaskan kukusan hingga mengeluarkan banyak uap. Susun cetakan di dalamnya, lalu kukus selama 25–30 menit hingga matang dan beraroma harum pandan yang menggoda.
Setelah matang, keluarkan kue dari cetakan dengan hati-hati. Taburi kelapa parut kukus yang sudah diberi sedikit garam. Sajikan hangat agar gula merah di dalamnya tetap lumer.
Kukus tepung beras terlebih dahulu. Langkah ini membuat tekstur kue lembut dan tidak keras.
Jangan padatkan adonan. Tekstur berbutir justru membuat kue putu mekar dan gula merah bisa meleleh sempurna.
Gunakan air daun suji dan pandan segar. Ini rahasia wangi alami khas jajanan pasar.
Pastikan kukusan banyak uapnya. Semakin banyak uap, semakin empuk hasil akhirnya.
Sajikan selagi hangat. Kue putu paling nikmat dimakan saat gula merahnya masih cair dan wangi pandan memenuhi ruangan.
Putu Pelangi: Gunakan pewarna makanan alami dari ubi ungu, pandan, dan bit untuk tampilan berwarna-warni.
Putu Cokelat: Ganti isian gula merah dengan cokelat batang cincang agar lebih modern dan disukai anak-anak.
Putu Keju: Tambahkan parutan keju di tengah adonan untuk sensasi gurih manis yang unik.
Mini Putu Cupcake: Cetak adonan di cetakan kecil agar praktis untuk bekal anak atau snack arisan.
Meski terlihat sederhana, bahan-bahan dalam kue putu punya banyak manfaat:
Tepung Beras: Sumber energi dan bebas gluten, cocok untuk camilan ringan.
Daun Suji dan Pandan: Kaya antioksidan alami dan memberi aroma relaksasi.
Gula Merah: Mengandung mineral alami seperti zat besi dan kalium.
Kelapa Parut: Mengandung serat tinggi yang membantu pencernaan.
Selain itu, proses kukus membuat kue ini lebih sehat dibanding gorengan, karena tanpa minyak.
1. Apakah bisa membuat kue putu tanpa air daun suji?
Bisa, tapi aroma dan warna hijaunya akan kurang alami. Kamu bisa menggantinya dengan ekstrak pandan atau pewarna hijau alami.
2. Mengapa gula merah sering bocor keluar saat dikukus?
Biasanya karena adonan terlalu ditekan atau lubangnya terlalu besar. Pastikan menutup adonan dengan lembut tanpa memadatkannya.
3. Bisa pakai tepung beras instan kemasan?
Boleh, tapi hasilnya akan lebih padat. Jika pakai tepung instan, tetap kukus sebentar sebelum diolah.
4. Berapa lama kue putu bisa disimpan?
Idealnya disajikan langsung setelah matang. Namun jika ingin disimpan, simpan di wadah tertutup di suhu ruang maksimal 1 hari, atau di kulkas hingga 2 hari.
5. Bisa dikukus pakai panci biasa?
Bisa banget! Asal kamu lapisi tutup panci dengan kain agar air tidak menetes ke kue.
Kue putu gula merah bukan sekadar jajanan pasar — tapi potongan kecil dari nostalgia masa lalu. Setiap gigitan menghadirkan kehangatan, dari wangi pandan yang lembut sampai gula merah yang lumer di lidah.
Sekarang, kamu tidak perlu menunggu pedagang lewat di malam hari. Cukup sediakan tepung beras, daun suji, dan gula merah di dapur — lalu nikmati sensasi kue putu hangat buatan sendiri yang lembut dan harum menggoda.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan puing helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air setelah melakukan pencarian intensif di wilayah Kabupaten...
Sebuah rekaman video memperlihatkan dua sejoli diduga bermesraan di dalam kedai Es Teh Indonesia cabang Kibin, dan menjadi perbincangan di...