Skill Kini Lebih Dicari Dibanding Gelar, ITB Hadirkan Program Microcredential untuk Dunia Kerja

ITB menilai dunia kerja kini lebih mengutamakan keterampilan dibanding gelar. Simak tren skill based hiring dan program ICE Microcredential.

ITB menilai dunia kerja kini lebih mengutamakan keterampilan dibanding gelar

Perubahan kebutuhan industri membuat proses rekrutmen mengalami transformasi dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya gelar akademik menjadi pertimbangan utama, kini banyak perusahaan mulai mengutamakan keterampilan yang benar-benar dapat dibuktikan.

Menurut Institut Teknologi Bandung (ITB), tren tersebut dikenal sebagai skill based hiring, yaitu pendekatan perekrutan yang lebih menekankan kemampuan praktis dibanding sekadar latar belakang pendidikan formal.

Perubahan ini dinilai terjadi seiring berkembangnya teknologi, transformasi digital, serta munculnya berbagai profesi baru yang membutuhkan kompetensi spesifik dalam waktu singkat.

Skill Terverifikasi Menjadi Nilai Tambah

Menurut keterangan resmi ITB, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Irwan Meilano menjelaskan bahwa bukti kompetensi yang terverifikasi semakin dibutuhkan oleh dunia industri.

Digital badge maupun sertifikat kompetensi kini mulai menjadi salah satu indikator yang diperhatikan perusahaan ketika mencari tenaga kerja. Tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis, sertifikat tersebut juga menjadi bukti bahwa seseorang telah mengikuti pelatihan dengan standar tertentu.

Kondisi ini membuat pembelajaran singkat berbasis kompetensi atau microcredential semakin diminati karena dinilai lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berubah.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, ITB meluncurkan ICE Microcredential, sebuah platform pembelajaran yang dapat diikuti mahasiswa maupun masyarakat umum.

Program Disusun Sesuai Kebutuhan Industri

Berdasarkan informasi dari ITB, pengembangan ICE Microcredential menggunakan pendekatan market pull, yaitu menyusun materi pembelajaran berdasarkan keterampilan yang sedang dibutuhkan dunia kerja.

Baca Juga:  Reaksi Pengelola Terkait Video Zikir di Candi Prambanan yang Viral

Asisten Direktur Pelaksana Program Direktorat Pendidikan Profesional Berkelanjutan ITB, Dr. Dina Dellyana, menjelaskan bahwa masyarakat saat ini menginginkan pembelajaran yang lebih spesifik, dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat, serta menghasilkan sertifikat yang diakui.

Program ini menawarkan lebih dari 50 topik pembelajaran yang mencakup berbagai bidang, seperti teknologi informasi, kecerdasan artifisial, machine learning, bisnis, kewirausahaan, kepemimpinan, keberlanjutan, hingga standar industri hijau.

Setiap program memiliki bobot satu SKS yang dapat dikonversi sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta memperoleh sertifikat kompetensi yang berlaku selama lima tahun.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak lagi hanya berfokus pada pemberian gelar, tetapi juga membekali peserta didik dengan kemampuan yang relevan terhadap kebutuhan pasar kerja. Di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat, pembelajaran berkelanjutan diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

Referensi:
detikEdu

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED