Sengketa Tanah Adat di Adonara Berujung Bentrok Berdarah, Dua Warga Meninggal

Bentrok antara warga Desa Narasaosina dan Waiburak di Adonara Timur kembali pecah. Dua orang tewas dan dua lainnya mengalami luka akibat konflik lama.

Bentrok antara warga Desa Narasaosina dan Waiburak di Adonara Timur kembali pecah

Konflik antarwarga di Desa Narasaosina dan Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali pecah pada Sabtu (18/7/2026). Bentrokan terbaru tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan dua warga lainnya mengalami luka sehingga harus mendapatkan perawatan medis.

Menurut Wakil Bupati Flores Timur Ignasius Boli Uran, dirinya langsung mendatangi lokasi setelah situasi kembali memanas. Ia menjelaskan bahwa korban meninggal berasal dari masing-masing desa yang terlibat dalam konflik.

“Saya di lokasi. Lagi nego (mediasi) antar mayat dari Lewonara yang dibunuh. Mayat dari Bele siap dikubur,” kata Ignasius Boli Uran, Wakil Bupati Flores Timur.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Kepala Puskesmas Ile Boleng Stefanus Ola Bura, dua warga dari Desa Waiburak mengalami luka akibat senjata tajam. Setelah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Ile Boleng, keduanya dirujuk ke RSUD Lewoleba dan RSUD dr Hendrikus Fernandez Larantuka untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

“Satu pasien dirujuk ke RSUD Lewoleba dan satu pasien lagi dirujuk ke RSUD Larantuka,” kata Stefanus Ola Bura, Kepala Puskesmas Ile Boleng.

Sengketa Tanah Adat Masih Menjadi Pemicu Konflik

Berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Flores Timur, bentrokan antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak bukanlah konflik baru. Perselisihan dipicu oleh saling klaim kepemilikan tanah adat yang hingga kini belum menemukan penyelesaian permanen. Upaya mediasi sebenarnya telah beberapa kali dilakukan pemerintah daerah, namun belum mampu mengakhiri ketegangan di lapangan.

Baca Juga:  Kasus Korupsi K3 Kemenaker Berujung Vonis 6 Tahun untuk Irvian Bobby Mahendro

Konflik serupa juga sempat terjadi pada 9 Mei 2026. Saat itu belasan rumah warga dilaporkan terbakar dan sedikitnya tujuh orang mengalami luka akibat terkena peluru sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bahwa konflik antardesa di wilayah Adonara Timur masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan penyelesaian menyeluruh.

Akibat bentrokan terbaru, aktivitas masyarakat ikut terganggu. Berdasarkan laporan lanjutan, sejumlah guru dan siswa yang berada di lokasi perkemahan di sekitar wilayah konflik bahkan sempat dievakuasi melalui jalur laut demi menjaga keselamatan mereka. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar masyarakat sipil tidak ikut menjadi korban saat situasi memanas.

Hingga Sabtu siang, aparat keamanan bersama pemerintah daerah masih melakukan pengamanan sekaligus mediasi guna mencegah bentrokan susulan. Pemerintah juga terus mengupayakan dialog antara kedua kelompok warga agar konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dapat diselesaikan secara damai.

Referensi:
detik

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED