KPAI Bongkar Pola Perekrutan Anak untuk Kericuhan, Iming-iming Uang Jadi Sorotan
Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI menyoroti dugaan eksploitasi anak untuk terlibat dalam aksi ricuh di Jakarta pada 27 Agustus...
Read more
Polisi masih mendalami dugaan kasus perundungan yang diduga menyebabkan meninggalnya seorang siswa salah satu SMP negeri di Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung dengan melibatkan pemeriksaan sejumlah saksi dan proses autopsi terhadap jenazah korban.
Korban berinisial AAF (13) merupakan warga Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun penyidik, korban sempat menjalani perawatan selama satu hari di RS Mardhatillah Randudongkal sebelum akhirnya meninggal dunia.
Menurut Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M. Faizal Wildan Umar, autopsi telah dilakukan bersama tim Dokkes Polda Jawa Tengah untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Untuk hari ini kami sudah melaksanakan autopsi bersama Dokkes Polda Jawa Tengah. Untuk hasil autopsi nanti akan kami rilis lebih lanjut. Saat ini kami masih dalam penyelidikan dan pendalaman terkait saksi-saksi yang ada,” kata AKP M. Faizal Wildan Umar, Kasat Reskrim Polres Pemalang.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah meminta keterangan dari sejumlah pihak yang dianggap mengetahui peristiwa tersebut. Menurut AKP Wildan, pemeriksaan sementara meliputi teman-teman korban, dokter yang menangani korban selama menjalani perawatan, hingga orang tua korban.
“Kami masih dalam penyelidikan dan pendalaman terkait saksi-saksi yang ada dan saat ini kami sedang melaksanakan pemeriksaan kepada beberapa saksi dari teman korban, dokter yang menangani, dan orang tua korban,” ujarnya.
Berdasarkan data dari kepolisian, penyelidikan dimulai setelah Polsek Randudongkal menerima laporan mengenai meninggalnya korban pada Minggu (2/8) sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah menerima laporan tersebut, personel Satreskrim Polres Pemalang bersama anggota Polsek Randudongkal langsung mendatangi rumah duka di Desa Semingkir untuk melakukan pemeriksaan awal.
Menurut AKP Wildan, langkah awal dilakukan dengan meminta keterangan dari keluarga korban sekaligus mengumpulkan informasi yang diperlukan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Saat ini polisi masih menunggu hasil autopsi sebagai salah satu dasar untuk mengungkap penyebab kematian korban. Aparat juga menegaskan seluruh proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh agar seluruh fakta dalam kasus ini dapat terungkap sesuai hasil pemeriksaan.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Pengguna HP Android lawas perlu mulai mengecek versi sistem operasi yang digunakan. WhatsApp telah memperbarui persyaratan minimum perangkat, sehingga sejumlah...
Kebiasaan menjawab telepon ternyata mengalami perubahan di kalangan generasi muda. Jika dulu kata "halo" hampir selalu menjadi sapaan pertama saat...