Pasar Senen Siap Direbranding Jadi Pusat Produk Lokal Usai Larangan Thrifting

Pemerintah mengarahkan pedagang Pasar Senen beralih ke produk lokal setelah larangan impor pakaian bekas diberlakukan. (Foto: merdeka.com/ Rendi Saputra)
Pemerintah mengarahkan pedagang Pasar Senen beralih ke produk lokal setelah larangan impor pakaian bekas diberlakukan. (Foto: merdeka.com/ Rendi Saputra)

Pemerintah mengarahkan pedagang Pasar Senen beralih ke produk lokal setelah larangan impor pakaian bekas diberlakukan

Pedagang Pasar Senen Beralih ke Produk Lokal Setelah Larangan Thrifting

Larangan impor pakaian bekas yang digencarkan pemerintah berdampak besar pada aktivitas perdagangan di Pasar Senen, Jakarta. Selama ini, kawasan tersebut dikenal luas sebagai pusat thrifting atau jual beli pakaian bekas impor dengan harga terjangkau. Kini, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM tengah menyiapkan langkah strategis agar para pedagang tetap dapat berdaya dan memperoleh penghasilan.

Menurut Temmy Satya Permana, Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Koperasi dan UKM, pihaknya telah melakukan komunikasi intens dengan para pedagang di Pasar Senen. Pemerintah berencana mengalihkan fokus pasar ini menjadi sentra penjualan produk-produk lokal.

“Kan kita tahu selama ini Pasar Senen adalah pusatnya fashion. Jadi, paling tidak, kita akan melakukan rebranding bahwa Pasar Senen adalah salah satu pusat brand lokal kita,” kata Temmy dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat (7/11/2025).

Rebranding Pasar Senen Jadi Sentra Brand Lokal

Temmy menjelaskan, rebranding Pasar Senen menjadi pusat brand lokal bukan hanya sebatas konsep. Pemerintah telah menjalin komunikasi dengan lebih dari 150 brand dan asosiasi yang siap bekerja sama dalam pengembangan ini. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pendapatan pedagang sekaligus memperkuat ekosistem UMKM Indonesia.

Meski demikian, Temmy mengakui bahwa proses transisi ini membutuhkan waktu. Banyak pedagang telah bertahun-tahun bergantung pada penjualan pakaian impor bekas, sehingga adaptasi terhadap komoditas baru tidak bisa dilakukan secara instan.

“Tapi ya ini kan pasti butuh waktu ya. Mereka sudah bertahun-tahun jualan pakaian bekas impor ini, dan sekarang kita harus mencoba mengalihkan kepada komoditas baru. Bukan hanya di Pasar Senen sebetulnya, di Pasar Gedebage juga akan kita temui hal serupa,” tambahnya.

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED