Tekan Harga dan Genjot Pasar, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tanpa PPnBM
Beban pajak yang tinggi dinilai menjadi salah satu penyebab harga mobil baru di Indonesia melambung. Karena itu, muncul usulan agar...
Read more
Pemerintah Indonesia menyatakan dukungan terhadap langkah Toyota untuk menjadikan negara ini sebagai basis industri bioetanol yang memenuhi kebutuhan global. Menurut Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, rencana ini merupakan langkah nyata dalam mendukung transisi energi dan transportasi yang lebih bersih.
“Dalam beberapa minggu ke depan di COP 30 Brazil, dunia akan membicarakan aksi nyata terhadap perubahan iklim, termasuk fokus pada transisi energi dan transportasi. Rencana investasi Toyota di Indonesia untuk pengembangan industri bioetanol ini sangat didukung Pemerintah Indonesia karena merupakan bagian dari salah satu langkah nyata tersebut,” kata Todotua, dikutip Senin, 10 November 2025.
Pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi telah melakukan kunjungan ke Jepang untuk bertemu Masahiko Maeda, CEO Asia Region Toyota Motor Corporation, serta mengunjungi fasilitas riset di Fukushima milik Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels (RABIT). Asosiasi ini dibentuk oleh sejumlah perusahaan otomotif dan energi Jepang, dengan Toyota sebagai kontributor terbesar, untuk meneliti teknologi bahan bakar termasuk bioetanol.
Pertemuan membahas rencana investasi Toyota dalam membangun ekosistem bioetanol di Indonesia, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong swasembada energi, ekonomi hijau, dan hilirisasi sumber daya alam. Todotua menekankan bahwa langkah ini juga penting untuk menekan impor BBM yang masih tinggi.
“Kami melihat potensi besar kerja sama dengan Toyota untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi bioetanol di kawasan. Dengan kebijakan E10 mulai diterapkan pada 2027, Indonesia membutuhkan sekitar 4 juta kiloliter bioetanol. Persiapan pembangunan pabrik pendukung harus dimulai dari sekarang,” jelas Todotua.
Toyota mengklaim telah mengembangkan teknologi mesin kendaraan yang efisien dan ramah lingkungan menggunakan bahan bakar E20. “Mesin dengan bahan bakar E20 dan Hybrid EV merupakan teknologi yang cocok untuk digunakan dalam industri mobility saat ini,” kata Maeda. Riset Toyota bahkan telah menguji bahan bakar hijau ini pada mobil balap Super Formula.
Beberapa wilayah di Indonesia, seperti Lampung, telah disiapkan menjadi sentra pengembangan bioetanol dengan dukungan bahan baku dari tebu, singkong, dan sorgum. Investasi ini diproyeksikan tidak hanya memperkuat rantai pasok energi bersih, tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Penerapan bioetanol di Indonesia mengikuti jejak negara-negara lain, seperti Brazil yang sedang mengkaji kebijakan E100, serta Amerika Serikat, China, India, Perancis, Thailand, dan Filipina yang telah menerapkan kebijakan E10 hingga E20.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Mobil Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia mobil — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Google resmi memperkenalkan Google Pixel 10a sebagai model paling terjangkau di lini Pixel 10 Series. Perangkat ini meluncur ke pasar...
Startup neuroteknologi asal Rusia, Neiry, mengklaim berhasil mengubah burung merpati hidup menjadi bio drone yang bisa dikendalikan manusia. Inovasi ini...