BYD Ungkap Kronologi Masalah Mobil Akbar Faizal Ternyata Berawal dari Kecelakaan
Kasus yang melibatkan mobil listrik BYD Seal milik politikus senior Akbar Faizal akhirnya mendapat penjelasan resmi dari pihak perusahaan. BYD...
Read more
Rencana impor besar-besaran mobil niaga untuk mendukung Koperasi Desa Merah Putih mulai menunjukkan realisasi. Meski sebelumnya disebut akan mengalami penundaan, sejumlah unit pick up Mahindra dilaporkan sudah tiba di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mengimpor total 105.000 unit kendaraan niaga dari India. Berdasarkan laporan yang dikutip dari detikFinance, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan bahwa hingga akhir bulan ini jumlah kendaraan yang tiba di Indonesia ditargetkan mencapai sekitar 1.000 unit.
“Sebulan ini komplitlah 1.000-an. Dan semuanya 105.000 mobil pickup itu kita usahakan dalam tahun ini tiba di Indonesia,” kata Joao Angelo De Sousa Mota.
Sebagai bagian dari proyek besar ini, PT Agrinas Pangan Nusantara telah menandatangani kontrak pengadaan kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun. Kontrak tersebut mencakup total 105 ribu unit kendaraan dari dua produsen otomotif asal India, yakni Mahindra dan Tata Motors.
Sebanyak 35 ribu unit Scorpio Pick Up akan dipasok oleh Mahindra. Sementara itu, 70 ribu unit lainnya berasal dari Tata Motors yang terdiri atas 35 ribu unit Yodha Pick Up dan 35 ribu unit Ultra T.7 Light Truck.
Mengutip keterangan resmi dari Mahindra yang dilansir detikOto dan situs perusahaan, Nalinikanth Gollagunta selaku CEO Divisi Otomotif Mahindra and Mahindra Ltd menyampaikan bahwa kendaraan niaga tersebut akan menjadi tulang punggung logistik yang andal dalam menghubungkan petani ke pasar secara lebih efisien.
“Pickup kami dirancang untuk berkinerja dalam kondisi sulit sambil menjaga biaya operasional seminimal mungkin. Volume yang dikomitmenkan untuk kemitraan ini akan secara signifikan meningkatkan operasi internasional kami,” ungkap Nalinikanth.
Scorpio Pick Up diproduksi di pabrik Nashik, India. Kendaraan ini diklaim memiliki daya tahan tinggi, kapasitas muatan besar, serta biaya operasional yang relatif rendah. Spesifikasi tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan operasional koperasi desa, terutama untuk menjangkau jalan pedesaan yang kasar hingga jalur pertanian.
Kehadiran kendaraan niaga asal India ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem koperasi. Fungsinya mencakup agregasi tahap awal, mulai dari pengangkutan hasil pertanian dari lahan ke koperasi, hingga distribusi logistik antar desa. Dengan sistem transportasi yang lebih terintegrasi, pergerakan barang dalam jaringan koperasi diharapkan menjadi lebih efisien.
Meskipun sempat muncul kabar penundaan impor, fakta bahwa unit-unit awal sudah tiba di Tanjung Priok menunjukkan proyek ini tetap berjalan sesuai target tahunan. Pemerintah dan pihak perusahaan menargetkan seluruh unit rampung didatangkan sebelum akhir tahun.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Mobil Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia mobil — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook digelar pada Selasa (14/4/2026) di Pengadilan Tipikor Jakarta dan menjadi perhatian publik. Dalam persidangan...
Kebijakan baru terkait perpanjangan STNK tanpa KTP pemilik asli kini resmi berlaku secara nasional. Aturan ini merupakan terobosan yang awalnya...