Harga Mobil Baru Terasa Mahal Ini Penyebab Pajak Bisa Capai 40 Persen
Pajak mobil di Indonesia menjadi sorotan karena nilainya dinilai terlalu tinggi dan membebani konsumen. Berdasarkan informasi yang beredar, total pungutan...
Read more
Dominasi mobil listrik asal China di pasar Indonesia semakin terlihat jelas, terutama pada segmen kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV. Kondisi ini menempatkan China sebagai aktor utama dalam perkembangan elektrifikasi nasional.
Menurut Agus Purwadi dari Institut Teknologi Bandung, porsi produk elektrifikasi yang berasal dari China di Indonesia bahkan sudah melampaui 60 persen.
“Jadi sudah dilihat yang merah kaitannya dengan China. Jadi di atas 60 persen itu produk elektrifikasi kita mostly dari China,” ujar Agus dalam sebuah presentasi di Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa indikator tersebut merujuk pada dominasi produk China dalam peta industri kendaraan listrik di Tanah Air. Hal ini juga sejalan dengan meningkatnya jumlah merek otomotif asal China yang masuk ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Saat ini, tercatat sekitar 16 merek mobil China hadir di pasar nasional, dan sebagian besar fokus pada kendaraan elektrifikasi.
Fenomena dominasi China ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Negara seperti Thailand juga mengalami kondisi serupa, bahkan dengan dampak yang lebih signifikan.
Sekitar 80 persen mobil listrik di Thailand berasal dari China. Dampaknya, sejumlah pabrik otomotif Jepang di negara tersebut mulai menghentikan operasional, termasuk Subaru, Honda, dan Suzuki.
Menurut Agus, kondisi ini menunjukkan adanya efek kanibalisasi dalam industri otomotif.
“Banyak pabrik yang mulai tutup sehingga pertumbuhan industri ikut melambat. Ini karena produk baru justru mengkanibal pasar yang ada,” jelasnya.
Berbeda dengan Thailand, beberapa negara justru dinilai berhasil memanfaatkan momentum elektrifikasi. India dan Vietnam disebut sebagai contoh yang mampu membangun basis industri lokal yang kuat.
Kedua negara tersebut tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mengembangkan produksi dalam negeri. Baik melalui merek domestik maupun kolaborasi dengan produsen global.
Menurut Agus, keberhasilan ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang konsisten dan terukur dalam mendorong industri lokal.
“India dan Vietnam berhasil karena mereka punya kebijakan dan implementasi yang jelas. Jadi walaupun ada produk luar, mereka tetap bisa mendorong produksi dalam negeri,” ujarnya.
Sementara itu, Malaysia dinilai memiliki posisi yang sedikit lebih baik dibanding Indonesia, meskipun pasar mobil listriknya masih didominasi oleh produk China.
Lebih lanjut, Agus juga mengungkapkan bahwa dominasi China dalam industri kendaraan listrik diprediksi akan terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Bahkan, proyeksi global menunjukkan China masih menjadi pemain utama hingga 2035.
Di sisi lain, negara berkembang seperti Indonesia diperkirakan tetap mengalami pertumbuhan, namun belum mampu menyaingi kekuatan industri China dalam waktu dekat.
Referensi:
CNNIndonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Mobil Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia mobil — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kebakaran tragis terjadi di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, yang merenggut nyawa satu keluarga. Insiden ini terjadi pada Jumat dini...
Ulat bambu atau cangkilung dikenal sebagai salah satu bahan pangan unik yang aman dikonsumsi manusia setelah dimasak dengan benar. Di...