KPAI Bongkar Pola Perekrutan Anak untuk Kericuhan, Iming-iming Uang Jadi Sorotan
Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI menyoroti dugaan eksploitasi anak untuk terlibat dalam aksi ricuh di Jakarta pada 27 Agustus...
Read more
Basarnas memastikan operasi pencarian dan evakuasi korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 akan berlangsung selama tujuh hari. Setelah masa operasi tersebut berakhir, tim gabungan akan melakukan evaluasi untuk menentukan apakah pencarian perlu diperpanjang.
Menurut Kepala Basarnas M. Syafii, keputusan memperpanjang operasi akan didasarkan pada hasil pendataan dari posko pengaduan, KSOP, serta pihak pemilik kapal. Jika masih terdapat korban yang belum ditemukan, operasi pencarian akan kembali dilanjutkan.
“Jika terkonfirmasi dari posko pengaduan, KSOP, atau pemilik kapal bahwa masih ada korban yang belum ditemukan, itu akan menjadi dasar bagi kami untuk melanjutkan operasi,” kata M. Syafii, Kepala Basarnas.
Menurut M. Syafii, proses penyelamatan pada saat kejadian berlangsung cepat karena Basarnas Command Center segera menyebarkan siaran kedaruratan. Informasi tersebut langsung mendapat respons dari tujuh kapal sipil yang berada di sekitar lokasi untuk membantu mengevakuasi penumpang di tengah cuaca yang kurang bersahabat.
Selain mengoordinasikan kapal sipil, Basarnas juga mengerahkan KN SAR Permadi dari Surabaya untuk melakukan pencarian lanjutan di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan data dari Basarnas, pola pencarian disusun menggunakan aplikasi khusus yang menghitung arah angin, kecepatan arus laut, serta tinggi gelombang. Perhitungan tersebut digunakan agar area pencarian lebih tepat sasaran dan peluang menemukan korban menjadi lebih besar.
Mengenai kondisi kapal, M. Syafii menjelaskan tim SAR belum dapat memastikan apakah KMP Mutiara Sentosa 2 telah tenggelam sepenuhnya. Saat proses evakuasi berlangsung, sebagian badan kapal masih terlihat di permukaan laut.
Namun, tim belum dapat memasuki bagian lambung kapal karena api belum sepenuhnya padam. Kepulan asap yang masih tebal serta suhu yang sangat tinggi membuat pemeriksaan bagian dalam kapal belum memungkinkan dilakukan sesuai prosedur keselamatan.
Ketika KN SAR Permadi kembali menuju titik koordinat usai mengantar korban ke Sumenep, bangkai kapal sudah tidak lagi terlihat di permukaan laut dan diduga telah terbawa arus.
Basarnas menegaskan seluruh proses pencarian akan terus dilakukan sesuai prosedur operasi SAR dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Evaluasi akan dilaksanakan setelah masa operasi tujuh hari berakhir untuk menentukan langkah berikutnya apabila masih terdapat korban yang belum berhasil ditemukan.
Referensi:
detikNews
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Pengguna HP Android lawas perlu mulai mengecek versi sistem operasi yang digunakan. WhatsApp telah memperbarui persyaratan minimum perangkat, sehingga sejumlah...
Kebiasaan menjawab telepon ternyata mengalami perubahan di kalangan generasi muda. Jika dulu kata "halo" hampir selalu menjadi sapaan pertama saat...