OJK Ungkap Modus Penipuan Berkedok Drama China, Warganet Diminta Lebih Waspada

OJK mengingatkan masyarakat terhadap modus penipuan digital terbaru yang menyasar penonton drama China melalui situs streaming dan investasi palsu.

OJK mengingatkan masyarakat terhadap modus penipuan digital terbaru yang menyasar penonton drama China melalui situs streaming dan investasi palsu

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan digital yang terus berkembang. Salah satu modus terbaru yang kini menjadi perhatian adalah penipuan yang menyasar penonton drama China melalui situs streaming online.

Menurut Dicky Kartikoyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah laporan terkait aktivitas keuangan ilegal masih tergolong tinggi sepanjang tahun 2026.

Berdasarkan data dari OJK, sejak 1 Januari hingga 20 Mei 2026 tercatat sebanyak 17.105 pengaduan terkait entitas ilegal telah diterima oleh otoritas. Angka tersebut menunjukkan bahwa ancaman kejahatan digital masih menjadi persoalan serius yang perlu diwaspadai masyarakat.

Salah satu pola yang ditemukan adalah pemanfaatan situs streaming drama asal China sebagai sarana untuk menjaring korban. Pelaku biasanya menawarkan berbagai aktivitas yang terlihat menguntungkan, namun berujung pada kerugian finansial.

Modus Penipuan Digital Semakin Beragam

Menindaklanjuti maraknya laporan yang masuk, OJK melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) melakukan berbagai langkah penegakan hukum dan pencegahan.

Menurut Dicky Kartikoyono, hingga pertengahan Mei 2026 Satgas PASTI telah menghentikan operasional 951 pinjaman online ilegal, 8 penawaran investasi ilegal, serta 1 aktivitas keuangan ilegal lainnya yang berpotensi merugikan masyarakat.

Selain modus melalui situs drama China, OJK juga menemukan sejumlah pola penipuan lain yang terus berkembang. Salah satunya adalah tawaran pekerjaan sederhana berupa menonton film drama China dengan iming-iming komisi atau keuntungan tertentu. Korban biasanya diminta melakukan deposit dana terlebih dahulu sebelum mendapatkan imbal hasil yang dijanjikan.

Baca Juga:  Noel Ebenezer Memohon Amnesti ke Prabowo: Tangisan Seorang Tersangka

Modus lain yang juga marak adalah pembelian hak cipta film dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat. Padahal, aktivitas tersebut sering kali tidak memiliki dasar bisnis yang jelas dan hanya digunakan sebagai alat untuk menarik dana dari korban.

Tidak hanya itu, pelaku juga menggunakan teknik impersonation, yakni menyamar sebagai individu atau institusi tertentu untuk membangun kepercayaan calon korban. Setelah korban percaya, pelaku akan menawarkan investasi saham IPO palsu, tugas menonton iklan berbayar, hingga proyek pembiayaan fiktif.

OJK juga menemukan indikasi penipuan yang memanfaatkan platform perdagangan elektronik. Dalam skema ini, korban diminta membuat akun e-commerce dan melakukan deposit dana dengan janji memperoleh komisi dari setiap transaksi yang dilakukan.

Selain itu, terdapat pula modus investasi aset digital yang menawarkan keuntungan instan melalui skema copy trading kripto. Pelaku biasanya mengklaim memiliki trader profesional yang dapat menghasilkan keuntungan besar secara konsisten, padahal dana yang disetor korban berisiko hilang tanpa kejelasan.

Sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen, OJK terus meningkatkan pengawasan terhadap pelaku usaha jasa keuangan. Berdasarkan data otoritas, selama periode yang sama telah diberikan 48 peringatan tertulis kepada 44 pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), 5 instruksi tertulis kepada 5 PUJK, serta 17 sanksi denda kepada 15 PUJK.

Sementara dari sisi pengawasan perilaku pasar atau market conduct, OJK juga menjatuhkan 17 sanksi administratif berupa peringatan tertulis dan 11 sanksi administratif berupa denda.

Baca Juga:  Eks Bos Investree Ditangkap: Fakta Penting di Balik Kasus Dana Ilegal

OJK mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh tawaran investasi atau pekerjaan yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Masyarakat juga disarankan selalu memeriksa legalitas perusahaan, aplikasi, maupun platform investasi melalui kanal resmi sebelum melakukan transaksi keuangan.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED