Krisis Banjir Sumatra Makin Parah dengan Pengungsi Hampir Satu Juta

Banjir dan longsor di Sumatra menelan 969 korban jiwa dan menyebabkan lebih dari 902 ribu warga mengungsi per 10 Desember 2025. (Foto: ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Banjir dan longsor di Sumatra menelan 969 korban jiwa dan menyebabkan lebih dari 902 ribu warga mengungsi per 10 Desember 2025

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 969 orang per Rabu 10 Desember 2025. Rinciannya adalah 391 jiwa di Aceh, 340 jiwa di Sumatera Utara, dan 238 jiwa di Sumatera Barat.

Selain itu, 252 orang masih dinyatakan hilang. Data rinci menyebutkan 31 orang hilang di Aceh, 128 orang di Sumatera Utara, dan 93 orang di Sumatera Barat. Pencarian terus ditingkatkan mengingat kondisi medan yang sulit akibat kerusakan parah di wilayah terdampak.

Sementara itu, jumlah pengungsi tercatat mencapai 902.545 jiwa. Menurut Wakil Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI Osmar Silalahi, angka tersebut menunjukkan adanya penurunan dari jumlah sebelumnya, yaitu sekitar 1.047.107 orang pada 8 Desember. Penurunan ini terjadi karena sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing untuk melanjutkan aktivitas.

Osmar menambahkan bahwa seluruh personel TNI masih dikerahkan untuk mengantar logistik, membuka akses darat, dan membantu proses evakuasi di lokasi bencana.

Pemakaman Massal dan Kondisi di Lapangan

Di Sumatera Barat, sebanyak 24 jenazah dimakamkan secara massal di TPU Bungus, Teluk Kabung, Padang. Menurut Sekda Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, pemakaman massal dilakukan karena identitas 24 jenazah tersebut belum dapat dipastikan.

“Pemakaman dilakukan dalam satu liang kubur. Jadi 24 peti jenazah itu dimasukkan dalam satu liang,” kata Arry Yuswandi.

Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta menjelaskan bahwa total korban dari bencana di Sumbar mencapai 351 orang. Dari jumlah itu, 238 meninggal dunia, 20 luka berat, dan 93 masih hilang. Ia menambahkan bahwa 24 korban yang dimakamkan massal tidak dapat diidentifikasi, termasuk beberapa anak dan potongan tubuh.

Status Tanggap Darurat dan Ancaman Penyakit

Di Sumatera Utara, status tanggap darurat diperpanjang selama dua pekan, mulai 10 hingga 23 Desember 2025. Ketua Harian Posko Darurat Bencana Sumut, Basarin Yunus Tanjung, menyebut langkah ini penting karena masih ada 18 kabupaten dan kota yang berada dalam kondisi rawan.

“Kita merekomendasikan untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana selama dua minggu ke depan. Dari rapat evaluasi, masih ada 18 kabupaten atau kota yang menyatakan daerahnya belum aman dari ancaman bencana ini,” kata Basarin.

Dampak lain yang mulai muncul adalah risiko penyakit. Di Desa Garoga, Tapanuli Selatan, rumah-rumah hancur tersapu arus, jembatan putus, dan akses jalan belum pulih. Menurut Kompol Zaenal Mukhlisin dari Sat Brimob Polda Sumut, warga di desa tersebut mulai mengalami ancaman penyakit. Evakuasi terpaksa dilakukan menggunakan perahu karena akses darat tidak dapat digunakan.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026

. Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED