Hizbullah Tolak Perundingan Damai Israel Lebanon, Anggap Upaya Sia Sia
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Hizbullah secara tegas menolak rencana perundingan damai antara Israel dan Lebanon. Pertemuan...
Read more
Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, akhirnya muncul ke publik setelah lama tidak terlihat. Ia menyampaikan pernyataan terkait gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat, yang sebelumnya memicu banyak spekulasi soal kondisi dan keberadaannya.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui pesan tertulis dan dibacakan di televisi pemerintah, Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak menginginkan konflik terbuka.
“Kami tidak mencari perang dan kami tidak menginginkannya,” kata Mojtaba Khamenei.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerahkan hak haknya sebagai negara dalam kondisi apa pun.
“Namun kami tidak akan melepaskan hak hak sah kami dalam kondisi apa pun, dan dalam hal ini kami memandang seluruh front perlawanan sebagai satu kesatuan,” lanjutnya.
Pernyataan ini dinilai berkaitan dengan situasi yang masih memanas di kawasan Timur Tengah, khususnya di Lebanon, di mana Israel terus melancarkan serangan terhadap kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
Berdasarkan informasi yang beredar, Iran dan Amerika Serikat sebelumnya telah mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang menuju negosiasi damai di tengah meningkatnya ketegangan.
Menurut laporan yang dikutip dari AFP, kesepakatan ini terjadi setelah adanya ancaman serius dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait potensi konflik yang lebih luas.
Dalam pernyataannya, Khamenei juga mengajak masyarakat Iran untuk tetap aktif menyuarakan pendapat mereka di ruang publik.
“Suara Anda di ruang publik tanpa diragukan lagi akan mempengaruhi hasil negosiasi,” ujarnya.
Kemunculan pernyataan ini menjadi perhatian karena sebelumnya Khamenei tidak terlihat di hadapan publik sejak akhir Februari. Ia diduga mengalami luka dalam sebuah serangan yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Sejak saat itu, Khamenei hanya menyampaikan pesan melalui tulisan yang dibacakan di televisi atau diunggah melalui media sosial. Kondisi tersebut memicu berbagai spekulasi, termasuk dugaan bahwa ia dalam kondisi kritis.
Bahkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menyatakan spekulasi bahwa Khamenei mungkin telah meninggal dunia. Namun, pihak televisi pemerintah Iran membantah kabar tersebut dan menyebut bahwa ia sedang dalam masa pemulihan.
Sejumlah foto yang dirilis menunjukkan keberadaannya, meski tidak dijelaskan secara rinci kapan gambar tersebut diambil.
Situasi ini menambah kompleksitas dinamika politik di Iran, terutama di tengah konflik kawasan yang belum sepenuhnya mereda.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook digelar pada Selasa (14/4/2026) di Pengadilan Tipikor Jakarta dan menjadi perhatian publik. Dalam persidangan...
Kebijakan baru terkait perpanjangan STNK tanpa KTP pemilik asli kini resmi berlaku secara nasional. Aturan ini merupakan terobosan yang awalnya...