Terungkap Alasan Kenapa Semakin Tua Semakin Sulit Tidur Nyenyak
Perubahan usia tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi pola tidur. Banyak orang mulai merasakan bahwa semakin bertambah...
Read more
Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran. Tingginya mobilitas masyarakat serta potensi kerumunan selama masa libur dinilai dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular, terutama pada anak-anak.
Menurut data Kementerian Kesehatan RI, hingga minggu ke-8 tahun 2026 tercatat 10.453 suspek campak di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, 8.372 kasus telah terkonfirmasi dan 6 orang dilaporkan meninggal dunia.
Selain itu, terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak yang terjadi di 29 kabupaten atau kota yang tersebar di 11 provinsi.
Wilayah tersebut meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengatakan tren kasus campak sempat mengalami peningkatan pada awal tahun.
“Tren kasus suspek campak meningkat pada Januari dan mulai menurun sepanjang Februari 2026. Hingga minggu ke-8 tahun ini tercatat lebih dari sepuluh ribu suspek campak. Pemerintah terus melakukan respons cepat untuk mencegah penularan yang lebih luas,” kata Andi Saguni, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan.
Meski tren mulai menurun, pemerintah tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menjelang periode mudik Lebaran.
Menurut Andi, mobilitas masyarakat yang meningkat serta banyaknya aktivitas berkumpul saat libur Lebaran berpotensi memperbesar risiko penularan penyakit.
“Menjelang mudik Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat dan potensi kerumunan lebih besar. Karena itu masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” ujarnya.
Untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini, Kementerian Kesehatan mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) serta program Catch Up Campaign imunisasi campak rubella (MR).
Program imunisasi tersebut dilaksanakan di 102 kabupaten dan kota selama Maret 2026 dengan sasaran utama anak usia 9 hingga 59 bulan.
Pelayanan imunisasi dilakukan melalui berbagai fasilitas kesehatan dan titik layanan publik agar lebih mudah dijangkau masyarakat.
Beberapa lokasi layanan antara lain puskesmas, posyandu, satuan pendidikan seperti PAUD dan TK, tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik.
Kementerian Kesehatan juga mengajak para orang tua untuk memeriksa kembali status imunisasi anak.
“Kami mengajak para orang tua untuk segera memeriksa status imunisasi anak dan melengkapinya jika belum lengkap. Imunisasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah anak tertular campak,” kata Andi.
Selain imunisasi, masyarakat juga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mengurangi risiko penularan penyakit.
Langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, serta menggunakan masker saat berada di kerumunan.
Pemerintah juga mengingatkan agar anak yang sedang sakit atau menunjukkan gejala campak tidak diajak bepergian selama masa libur Lebaran.
“Apabila anak mengalami gejala campak atau sedang sakit, sebaiknya tidak bepergian terlebih dahulu dan segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Mengurangi kontak dengan orang lain juga penting untuk mencegah penularan lebih luas,” jelas Andi.
Menurut Kementerian Kesehatan, cakupan imunisasi minimal 95 persen diperlukan untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity sehingga penyebaran campak dapat ditekan dan tidak berkembang menjadi wabah yang lebih luas.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah lokasi curug di kawasan Naringgul, Cianjur Selatan, kembali mencuri perhatian. Bagi para pengguna jalan yang melintas, pemandangan air terjun...
Sebuah video memperlihatkan momen menegangkan saat seorang anak tenggelam di saluran air tanpa pengawasan orang tua. Kejadian tersebut nyaris berujung...