Krisis Pupuk Global Imbas Perang Iran, Harga Pangan Terancam Naik
Konflik yang melibatkan Iran memberikan dampak luas terhadap sektor global, tidak hanya energi tetapi juga pertanian. Salah satu efek paling...
Read more
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menanggapi pertemuan perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang digelar di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis 19 Februari. Organisasi ini merupakan inisiatif Presiden AS, Donald Trump, yang disebut bertujuan menghadirkan solusi bagi situasi di Jalur Gaza, Palestina.
Board of Peace dibentuk setelah memperoleh izin dari Dewan Keamanan PBB melalui resolusi yang dikeluarkan tahun lalu. Dewan ini terdiri dari 27 anggota tetap dan 22 pengamat.
Menurut Hazem Qassem, tugas utama anggota Dewan Perdamaian adalah memastikan Israel mematuhi sepenuhnya kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati dengan Hamas pada Oktober tahun lalu.
“Ujian sesungguhnya adalah kemampuan mereka memaksa pasukan pendudukan berhenti melanggar gencatan senjata, memenuhi kewajiban mereka, dan memulai upaya bantuan dan rekonstruksi yang tulus,” kata Qassem kepada Al Jazeera.
Israel dan Hamas sebelumnya sepakat menghentikan pertempuran serta melakukan penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Gaza. Namun, menurut Qassem, sejak gencatan senjata diberlakukan, pelanggaran masih terjadi.
Ia menyebut pasukan Israel berulang kali menyerang warga dan objek sipil di Gaza meski kesepakatan sudah berjalan. Menurut Qassem, selama tidak ada tekanan nyata, pelanggaran tersebut akan terus berlangsung.
“Pengalaman beberapa bulan terakhir sejak gencatan senjata diberlakukan, pasukan pendudukan mengabaikan posisi-posisi tersebut selama tak disertai tekanan nyata,” ujarnya.
Sejak agresi militer Israel pada Oktober 2023, kondisi Gaza memburuk drastis. Berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan tersebut, lebih dari 72.000 warga Palestina tewas dan 171.728 orang mengalami luka-luka. Jutaan lainnya terpaksa mengungsi akibat rumah mereka hancur.
Gaza kini dipenuhi reruntuhan bangunan dan infrastruktur yang rusak parah. Situasi kemanusiaan menjadi salah satu alasan utama dibentuknya Board of Peace.
Dalam pertemuan perdana, Trump mengumumkan komitmen dana Amerika Serikat sebesar US$10 miliar atau sekitar Rp168 triliun untuk rekonstruksi Gaza. Sejumlah negara lain seperti Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Uzbekistan, Maroko, Bahrain, dan Qatar juga berkontribusi dengan total US$7 miliar atau sekitar Rp118 triliun.
Meski demikian, posisi Amerika Serikat sebagai sekutu dekat Israel menjadi sorotan. Selama konflik berlangsung, AS dinilai kerap memberikan dukungan kepada pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan belum mengambil langkah yang sangat tegas terhadap pelanggaran gencatan senjata.
Board of Peace pun kini menghadapi tantangan besar. Selain menyalurkan bantuan dan dana rekonstruksi, dewan tersebut diharapkan mampu memastikan kesepakatan damai benar-benar dihormati semua pihak.
Pernyataan Hamas ini menjadi sinyal bahwa legitimasi dan efektivitas Dewan Perdamaian akan diukur dari tindakan nyata di lapangan, bukan sekadar komitmen dana atau pernyataan diplomatik.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉
Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Bea Cukai Sidoarjo melakukan pemusnahan rokok ilegal dengan nilai mencapai Rp5,9 miliar sebagai bagian dari upaya penegakan hukum di bidang...
Kecelakaan tunggal terjadi di Dusun Medain, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Jumat (10/4/2026), melibatkan sebuah mobil...