Fenomena transfer dramatis mewarnai closing day bursa musim panas. Kapten Crystal Palace, Marc Guehi, yang sempat didukung gabung Liverpool senilai £35 juta dan telah melalui tes medis, pada akhirnya batal hengkang karena klub tak menemukan bek pengganti yang setara.
Kesepakatan antar klub sempat tercapai, apalagi Guehi bahkan telah menjalani sesi pemotretan mengenakan jersey Liverpool dan dijadwalkan tanda tangan kontrak lima tahun. Meski begitu, manajer Palace, Oliver Glasner, menolak melepas pemain kunci tanpa adanya opsi pertahanan senior yang memadai—sebuah kondisi krusial untuk keberlangsungan tim.
Meskipun demikian, Palace telah berupaya memboyong bek Brighton, Igor Julio, tapi transfer tersebut kandas menjelang batas waktu—sementara Jaydee Canvot yang direkrut dari Toulouse dianggap belum siap secara pengalaman untuk menggantikan Guehi secara langsung.
Laporan media bahkan menyebut bahwa surat kesepakatan (deal sheet) sempat diajukan dan pengajuan tersebut memberi tambahan waktu untuk menyelesaikan transfer setelah tenggat waktu resmi. Namun, keputusan palace tetap mempertahankan Guehi di skuad demi stabilitas tim.
Sang kapten sendiri memang tak bisa dipandang sebelah mata. Selain memimpin Palace menjuarai FA Cup 2025, performanya juga mengundang minat sejumlah klub besar. Namun adanya keraguan soal kekuatan pertahanan serta nasib kontraknya yang habis musim depan—dengan peluang pergi secara bebas starting January—setidaknya memberikan waktu bagi Palace menyusun strategi jangka panjang.
Secara dramatis, transfer ini menjadi salah satu cerita paling mencuri perhatian pada hari terakhir jendela transfer musim panas 2025. Liverpool menyelesaikan rekor transfer lainnya yakni kedatangan Alexander Isak senilai £125 juta, tetapi usaha mendatangkan Guehi kandas saat hampir berada di titik final