OpenAI Hadirkan GPT 5.5 Instant, ChatGPT Kini Lebih Cepat dan Akurat
OpenAI resmi meluncurkan model kecerdasan buatan terbaru bernama GPT 5.5 Instant. Model ini langsung menjadi model default di layanan ChatGPT,...
Read more![Fitur Baru Gemini Bikin Pengguna Chatbot Lain Tak Perlu Mulai dari Nol-2.fit_lim.size_1050x[1]](https://www.trenmedia.co.id/wp-content/uploads/2026/03/01ZIhvmpI8ci5W4w5LSx9xg-2.fit_lim.size_1050x1.png)
Google resmi meluncurkan fitur terbaru bernama switching tools di chatbot AI miliknya, Gemini, pada Kamis 26 Maret 2026. Fitur ini menjadi langkah strategis untuk mempermudah pengguna berpindah dari chatbot lain seperti ChatGPT dan Claude tanpa harus memulai dari awal.
Dengan fitur ini, pengguna kini dapat mentransfer memori, preferensi, hingga riwayat percakapan secara instan ke dalam Gemini. Hal tersebut membuat proses adaptasi menjadi jauh lebih cepat dan praktis.
Menurut laporan yang dihimpun dari TechCrunch, inovasi ini dirancang untuk menghilangkan hambatan utama saat pengguna mencoba chatbot baru, yaitu kebutuhan untuk melatih ulang sistem agar memahami kebiasaan dan preferensi pengguna.
Selama ini, pengguna chatbot biasanya harus mengisi ulang informasi pribadi, minat, hingga gaya komunikasi agar sistem bisa memberikan respons yang relevan. Dengan hadirnya fitur ini, proses tersebut tidak lagi diperlukan.
Gemini dapat langsung memahami konteks penting pengguna, seperti:
Google menyediakan dua metode utama untuk memindahkan data:
Pertama, pengguna dapat mengunggah file zip yang berisi riwayat percakapan dari chatbot sebelumnya. File ini bisa diunduh melalui pengaturan aplikasi lama, lalu diunggah ke Gemini. Namun, terdapat batasan ukuran maksimal file sebesar 5 GB.
Kedua, pengguna dapat menggunakan metode berbasis prompt. Caranya, pengguna cukup mengakses laman Gemini, lalu mengikuti instruksi yang diberikan untuk menyalin prompt ke chatbot lama.
Prompt tersebut akan meminta sistem lama merangkum seluruh informasi penting tentang pengguna, mulai dari demografi hingga preferensi. Hasil ringkasan kemudian disalin kembali ke Gemini agar sistem dapat langsung memahami konteks pengguna.
Menariknya, Google juga mengatur format khusus dalam proses ini, seperti:
Setelah proses impor selesai, seluruh percakapan akan tersimpan di menu khusus dalam Gemini dan bisa dicari atau dihapus sesuai kebutuhan.
Perlu dicatat, hanya data berbasis teks yang dapat dipindahkan. Sementara itu, file lain seperti gambar tidak ikut terbawa dalam proses ini.
Peluncuran fitur ini dinilai sebagai langkah agresif Google untuk memperkuat posisi Gemini di tengah persaingan chatbot AI yang semakin ketat.
Berdasarkan data industri, ChatGPT saat ini masih menjadi pemimpin pasar dengan sekitar 900 juta pengguna aktif mingguan dan hampir 1 miliar pengguna aktif bulanan. Sementara itu, Gemini telah mencapai lebih dari 750 juta pengguna aktif bulanan.
Dengan menghadirkan fitur transfer data ini, Google berupaya mengurangi hambatan bagi pengguna yang ingin berpindah platform. Strategi ini memungkinkan pengguna tetap mempertahankan konteks percakapan lama tanpa kehilangan pengalaman yang sudah terbentuk.
Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa persaingan di industri AI kini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknologi, tetapi juga pada kemudahan migrasi dan pengalaman pengguna.
Referensi:
KompasTekno
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Momen Idul Adha memang selalu membawa suasana hangat di rumah. Selain kumpul keluarga dan tradisi berbagi daging kurban, ada satu...
Ada satu aroma masakan yang sering langsung mengingatkan banyak orang pada suasana rumah hangat dan makan bersama keluarga, yaitu aroma...