Polisi Ungkap Kasus Viral Pencurian Rumah di Bogor, Pelaku Ternyata Cucu Korban
Sebuah video yang memperlihatkan aksi pencurian di sebuah rumah warga di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat,...
Read more
Kasus meninggalnya dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha, yang bertugas di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menjadi perhatian publik. Dugaan adanya intimidasi yang dialami tenaga medis tersebut sebelum meninggal kini sedang didalami oleh aparat kepolisian bersama Kementerian Kesehatan.
Berdasarkan informasi dari sumber utama, Dokter Icha diduga mengalami tekanan psikologis setelah mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat menjalankan tugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit.
Menurut keterangan keluarga, peristiwa itu terjadi ketika Dokter Icha sedang menangani seorang pasien anak korban gigitan ular hijau. Di tengah proses pelayanan medis, dua pria yang disebut sebagai anggota DPRD Kabupaten TTU datang ke IGD dan diduga berbicara dengan nada keras kepada dokter yang sedang bertugas.
Paman korban, Victor Manbait, mengatakan tekanan tersebut membuat Dokter Icha mengalami ketakutan dan kondisi psikologisnya terganggu.
“Dokter Icha masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas,” kata Victor Manbait.
Keluarga menyebut setelah insiden tersebut Dokter Icha sempat menangis di rumah sakit. Tidak lama kemudian, ia ditemukan dalam kondisi lemah di tempat tinggalnya sebelum akhirnya meninggal dunia.
Menurut juru bicara keluarga, Fabianus Banase, sejumlah saksi menyampaikan bahwa orang yang diduga melakukan intimidasi datang ke rumah sakit dalam kondisi tercium aroma alkohol. Keluarga juga mengaku menerima dokumentasi berupa foto yang diambil saat kejadian berlangsung.
“Saat membentak itu bau alkohol. Ada juga fotonya yang dikirimkan kepada kami sebagai keluarga,” kata Fabianus Banase.
Sementara itu, Polres Timor Tengah Utara telah memulai penyelidikan meski belum menerima laporan resmi dari pihak keluarga. Berdasarkan keterangan Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, polisi telah memeriksa sejumlah tenaga kesehatan yang bertugas di IGD saat peristiwa tersebut terjadi.
Selain para saksi, polisi juga berencana meminta keterangan dari tiga anggota DPRD TTU yang disebut berada di lokasi, yakni Veronika Lake, Norbertus Bani, dan Thrensius Lazakar.
“Kami dari Polres belum mendapatkan laporan. Namun, berdasarkan berita viral yang sudah tersebar di media sosial, kami sudah melakukan beberapa tindakan kepolisian,” kata AKBP Eliana Papote.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan turut melakukan investigasi melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan dan Inspektorat Jenderal. Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, setiap tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan selama menjalankan tugas.
“Setiap tenaga kesehatan berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan penghormatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Tidak boleh ada intimidasi, tekanan ataupun tindakan yang merendahkan martabat tenaga kesehatan,” kata Aji Muhawarman.
Kemenkes juga menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, organisasi profesi, serta aparat penegak hukum guna memastikan proses investigasi berjalan menyeluruh sekaligus memberikan perlindungan hukum dan dukungan psikososial bagi tenaga kesehatan.
Selain itu, Kemenkes mengimbau seluruh masyarakat untuk menghormati proses penyelidikan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak mengganggu jalannya investigasi.
Perkembangan kasus ini juga mendapat perhatian dari partai politik. Menurut Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh, PKB akan memanggil Norbertus Tubani untuk meminta klarifikasi apabila dugaan keterlibatan yang bersangkutan benar adanya.
“Kami akan segera memanggil yang bersangkutan untuk tabayun,” kata Nihayatul Wafiroh.
Ia menegaskan PKB akan memberikan sanksi apabila terbukti terjadi pelanggaran disiplin maupun tindakan intimidasi terhadap tenaga kesehatan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, mengatakan DPD Partai Golkar tingkat provinsi juga akan memanggil kadernya yang disebut dalam kasus tersebut untuk melakukan pendalaman.
Menurut Sarmuji, seluruh pejabat publik harus menjaga etika dan tidak menyalahgunakan jabatan dalam bentuk apa pun, termasuk melakukan intimidasi terhadap tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan.
Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya Dokter Icha masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian dan investigasi dari Kementerian Kesehatan. Seluruh pihak meminta masyarakat memberikan ruang kepada proses hukum agar seluruh fakta dapat terungkap secara objektif.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah video yang memperlihatkan aksi pencurian di sebuah rumah warga di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat,...
Kasus meninggalnya dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha, yang bertugas di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah...