Kasus Dugaan Rasisme di Laga Bhayangkara FC vs Dewa United Picu Sorotan
Kericuhan dalam pertandingan Elite Pro Academy U-20 2026 antara Bhayangkara FC melawan Dewa United memicu perhatian luas. Laga yang digelar...
Read more
Striker legendaris asal Uruguay, Edinson Cavani, resmi mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola profesional pada usia 38 tahun. Keputusan ini menutup perjalanan panjang hampir dua dekade kariernya di level tertinggi sepak bola dunia.
Dalam pernyataannya di media sosial, Cavani menyampaikan rasa terima kasihnya kepada sepak bola yang telah membentuk hidup dan kariernya. Menurut Cavani, olahraga inilah yang mengajarkan arti disiplin, ketekunan, dan bangkit kembali setelah jatuh.
“Terima kasih banyak sepak bola… Saya pergi dengan damai, dengan ketenangan hati karena mengetahui bahwa saya telah memberikan segalanya di setiap sesi latihan dan setiap pertandingan,” kata Edinson Cavani, melalui akun media sosial pribadinya.
Meski dikenal sebagai striker mematikan, Cavani kerap berada di balik sorotan superstar lain. Namun itulah yang membuatnya berbeda. Ia tetap bekerja keras, rendah hati, dan konsisten mencetak gol tanpa banyak bicara.
Karier Cavani bersinar saat ia tampil tajam di Serie A bersama Palermo dan Napoli. Penampilannya yang konsisten membuat klub kaya Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), mendatangkannya dengan nilai transfer sekitar €65 juta (sekitar Rp1,105 triliun).
Di awal kedatangannya di PSG, Cavani bahkan sempat dimainkan di posisi sayap selama tiga musim demi memberi ruang pada Zlatan Ibrahimovic yang menjadi ujung tombak utama. Menurut These Football Times, meski dibeli mahal, Cavani jarang dimainkan sebagai penyerang tengah murni pada periode tersebut.
Namun saat Ibrahimovic hengkang ke Manchester United, Cavani langsung mengambil alih peran sentral. Ia menutup musim 2016/2017 dengan torehan 47 gol dari 47 pertandingan. Pada periode itu, hanya Lionel Messi yang mampu mencetak gol lebih banyak.
Tidak hanya itu, sebelum era Kylian Mbappe, Cavani juga berhasil mencatatkan diri sebagai top skor sepanjang masa PSG. Catatan ini semakin menegaskan statusnya sebagai predator di kotak penalti.
Di level tim nasional, Cavani juga sering bergeser posisi demi memberi tempat bagi Luis Suarez. Ini menunjukkan betapa ia selalu siap berkorban untuk tim, meskipun itu membuat namanya tidak selalu berada di baris utama pemberitaan.
Setelah kontraknya habis di Paris, Cavani bergabung dengan Manchester United pada 2020. Meski sempat diragukan karena usia, ia justru tampil impresif. Cavani mencetak 17 gol dari 59 pertandingan di semua kompetisi dan membantu klub mencapai final Liga Europa 2021. Selain kontribusi gol, Cavani dikenal memiliki etos kerja tinggi serta menjadi mentor penting bagi para pemain muda.
Sempat membela Valencia, ia kemudian pulang ke Amerika Selatan dan berlabuh di Boca Juniors, klub terakhirnya sebelum resmi gantung sepatu.
Cavani dikenal sebagai sosok yang jarang menuntut sorotan. Saat berada satu tim dengan nama besar seperti Neymar, Mbappe, atau Ibrahimovic, Cavani tetap bekerja dalam diam dan mencetak gol secara konsisten. Bahkan ketika harus bergeser posisi, ia tetap profesional.
Dalam banyak fase kariernya, Cavani terlihat nyaman berada di belakang bayang-bayang superstar lain. Namun jika dilihat dari torehan gol dan kontribusinya, Cavani sesungguhnya adalah centre-forward kelas dunia.
Perjalanan karier Cavani dimulai sejak ia diboyong dari Danubio ke Italia. Ia pernah menjadi top skor Kejuaraan Pemuda Amerika Selatan dengan tujuh gol dan sempat menjadi andalan Uruguay di berbagai turnamen besar, termasuk Piala Dunia.
Di Napoli, Cavani mencapai puncak performa pada musim 2012/2013 dengan mencetak 38 gol di semua kompetisi, termasuk 29 gol di Serie A, yang mengantarnya meraih sepatu emas dan membawa Napoli finis runner up. Paris kemudian memanggil, dan sejarah emas bersama PSG pun dimulai.
Dengan segala pencapaian itu, Cavani tetap dikenal sederhana. Ia bekerja keras di lapangan, disiplin, dan jarang menimbulkan kontroversi.
Kini, Cavani menutup kariernya sebagai salah satu striker paling tajam dan konsisten di generasinya. Menariknya, ia melakukannya tanpa haus sorotan. Sebuah sikap yang semakin langka di era sepak bola modern.
Referensi: Beritasatu
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Bola Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia bola — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah kisah menyentuh sekaligus mengejutkan viral di media sosial. Seorang pria harus menerima kenyataan pahit setelah memergoki kekasihnya bersama pria...
Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Setiabudi, Bandung, saat sebuah mobil box melaju kencang dan kehilangan kendali di tikungan. Insiden...