Curhat Pasien BPJS Menunggu Delapan Jam Jadi Sorotan, Dokter Senior Angkat Bicara
Unggahan seorang pasien pengguna BPJS Kesehatan yang mengaku menunggu ruang rawat inap selama delapan jam menjadi perhatian luas di media...
Read more
Suara “krek” atau “klik” pada lutut saat berdiri, menaiki tangga, atau bangkit dari posisi jongkok sering membuat banyak orang khawatir. Tidak sedikit yang menganggap bunyi tersebut sebagai tanda awal pengapuran sendi atau pengeroposan tulang. Padahal, kondisi itu tidak selalu menunjukkan adanya gangguan serius pada lutut.
Menurut dr Rohit Puri, Spesialis Orthopedi dari Apollo Hospitals Jayanagar, bunyi pada lutut sering kali merupakan proses fisiologis normal yang dikenal sebagai crepitus. Dalam banyak kasus, kondisi ini muncul akibat pelepasan gelembung gas seperti nitrogen atau karbon dioksida yang berada di dalam cairan pelumas sendi. Ketika lutut ditekuk atau diluruskan, gelembung tersebut pecah dan menghasilkan suara letupan.
Selain itu, pergerakan tendon maupun ligamen yang bergeser di atas permukaan tulang juga dapat memunculkan bunyi serupa tanpa menimbulkan gangguan pada fungsi sendi.
Menurut dr Pankaj Walecha, Direktur Robotic Knee and Minimally Invasive Hip Replacement Sarvodaya Hospital, sebagian besar bunyi pada lutut tidak perlu dikhawatirkan selama tidak disertai keluhan lain.
“Dalam kebanyakan kasus, suara-suara ini sepenuhnya tidak berbahaya, terutama jika tidak disertai rasa nyeri, pembengkakan, atau keterbatasan gerak,” kata dr Pankaj Walecha.
Meski demikian, bunyi lutut tidak boleh diabaikan apabila mulai disertai beberapa gejala tertentu. Berdasarkan penjelasan dr Rohit Puri, kondisi tersebut dapat mengarah pada gangguan medis apabila muncul nyeri tajam, pembengkakan pada sendi, lutut terasa mengunci sehingga sulit digerakkan, atau lutut terasa tidak stabil seperti akan lepas.
Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya masalah yang lebih serius, seperti osteoarthritis, cedera meniskus, kerusakan ligamen, maupun serpihan tulang rawan yang tersangkut di dalam sendi. Karena itu, pemeriksaan oleh dokter spesialis orthopedi diperlukan apabila keluhan berlangsung terus-menerus atau mengganggu aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan informasi kesehatan mengenai nyeri lutut, menjaga kesehatan sendi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Menjaga berat badan ideal membantu mengurangi tekanan pada lutut. Selain itu, hindari duduk terlalu lama tanpa bergerak agar sendi tetap aktif.
Olahraga dengan intensitas ringan seperti berjalan kaki, berenang, dan bersepeda juga dianjurkan karena mampu menjaga fleksibilitas sendi tanpa memberikan tekanan berlebihan. Latihan untuk memperkuat otot paha, pinggul, serta otot inti tubuh juga membantu menopang lutut sehingga risiko cedera dapat berkurang.
Menurut dr Pankaj Walecha, apabila bunyi lutut mulai sering muncul disertai nyeri atau keterbatasan gerak, pemeriksaan sejak dini akan memberikan peluang penanganan yang lebih efektif sebelum kerusakan sendi berkembang menjadi lebih berat.
Referensi:
DetikHealth
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Di antara ribuan laporan fenomena mistis dan spiritual di seluruh dunia, kasus reinkarnasi Titu Singh menempati posisi yang sangat unik...
Perkembangan jaringan 5G membuat semakin banyak smartphone baru hadir dengan dukungan koneksi internet generasi terbaru. Namun, masih banyak pengguna yang...