Libur Waisak 2026, CFD Jakarta Ditiadakan pada Minggu 31 Mei
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meniadakan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) pada Minggu 31 Mei...
Read more
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir akan mulai berakhir pada akhir Oktober hingga awal November 2025. Perubahan ini diperkirakan terjadi seiring masuknya musim hujan di berbagai daerah.
Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, fenomena panas ekstrem saat ini akan mereda secara bertahap ketika tutupan awan meningkat dan intensitas radiasi matahari berkurang.
“Cuaca panas ekstrem kemungkinan akan mulai mereda akhir Oktober hingga awal November, seiring masuknya musim hujan dan peningkatan tutupan awan,” kata Dwikorita kepada wartawan, Selasa (14/10/2025).
Dwikorita menjelaskan bahwa meningkatnya suhu panas disebabkan oleh pergeseran semu matahari ke arah selatan Indonesia. Kondisi ini membuat tutupan awan berkurang sehingga sinar matahari langsung terasa lebih kuat di permukaan.
“Kenapa terasa makin panas? Pertama, minim tutupan awan, sinar matahari langsung menembus tanpa hambatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Radiasi matahari meningkat, terutama di wilayah daratan seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.”
Selain itu, Indonesia saat ini sedang memasuki masa pancaroba, yaitu masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Menurut BMKG, masa pancaroba kerap ditandai dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dan perubahan suhu yang ekstrem antara siang dan malam hari.
Lebih lanjut, BMKG juga memproyeksikan adanya fenomena La Nina lemah yang akan berlangsung dari Oktober 2025 hingga Januari 2026. Dampak utama dari fenomena ini adalah peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah.
“Prediksi hujan meningkat, mulai November hingga Januari, terutama di wilayah dengan suhu laut hangat yang bisa memicu peningkatan curah hujan,” tutur Dwikorita.
Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menegaskan bahwa penyebab utama cuaca panas akhir-akhir ini adalah posisi matahari yang bergeser ke bagian selatan wilayah Indonesia.
“Saat ini kenapa terlihat sangat panas? Karena di sisi selatan, matahari sekarang itu sudah bergeser ke posisi di selatan wilayah Indonesia,” kata Guswanto di Jakarta, Senin (13/10).
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai perubahan cuaca selama masa pancaroba, terutama terhadap potensi hujan disertai petir dan angin kencang yang kerap terjadi pada awal musim hujan. Selain itu, masyarakat disarankan menjaga kondisi tubuh dan memperbanyak asupan cairan selama cuaca panas ekstrem masih berlangsung.
Referensi: Detik News
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Momen Idul Adha memang selalu identik dengan stok daging kambing yang melimpah di rumah. Tapi jujur saja, kadang banyak orang...
Siapa yang langsung lapar hanya dengan membayangkan aroma tumisan babat yang pedas, manis, dan wangi kecap? Buat pecinta jeroan, babat...