YouTube Hadirkan Fitur Baru Pengguna Kini Bisa Batasi Shorts
Platform video milik Google, yaitu YouTube, menghadirkan pembaruan fitur yang memungkinkan pengguna untuk mengatur batas waktu menonton video Shorts secara...
Read more
Apple kembali mengeluarkan peringatan tegas untuk pengguna iPhone dan Mac terkait risiko penggunaan Google Chrome dan sejumlah aplikasi Google lainnya. Menurut Apple, Safari menawarkan perlindungan privasi yang lebih kuat dibanding Chrome yang dinilai rentan terhadap praktik pelacakan digital berbasis fingerprinting.
Peringatan ini disampaikan setelah teknologi fingerprinting kembali populer pada 2025, terutama karena Google menghentikan larangan terhadap metode pelacakan tersebut. Berdasarkan penjelasan Apple, fingerprinting bekerja dengan mengumpulkan berbagai karakteristik perangkat untuk menciptakan identitas digital unik yang tidak bisa dinonaktifkan, berbeda dengan cookie yang masih menyediakan opsi opt-out.
Menurut Apple, Safari telah dirancang untuk menyamarkan karakteristik perangkat sehingga mencegah pengiklan memanfaatkan kombinasi data teknis untuk membuat sidik jari digital pengguna. Apple menegaskan bahwa fitur ini menjadi salah satu bentuk perlindungan utama yang tidak ditawarkan Chrome.
Peringatan Apple tidak hanya ditujukan untuk Chrome, tetapi juga aplikasi Google lainnya yang terhubung langsung dengan identitas pengguna. Apple menyoroti keberadaan tombol “Coba aplikasi” di halaman pencarian Google yang dapat mengarahkan pengguna keluar dari Safari. Menurut Apple, perpindahan ini membuat data penelusuran langsung ditautkan ke akun Google pengguna.
Selain isu pelacakan, integrasi AI Gemini di Chrome juga menimbulkan kekhawatiran baru. Berdasarkan analisis Gartner, browser berbasis AI berpotensi mengotomatiskan tindakan pengguna, termasuk transaksi online. Risiko tersebut dapat dimanfaatkan dalam serangan siber seperti indirect prompt injection yang berasal dari situs berbahaya, iframe pihak ketiga, atau bahkan ulasan pengguna.
Google mengakui adanya ancaman ini dan menjelaskan bahwa mereka tengah mengembangkan sistem pertahanan berlapis. Namun sejumlah analis menilai mitigasi tersebut masih dalam tahap awal sehingga pengguna perlu tetap waspada.
The Register melaporkan bahwa Google berencana menghadirkan model Gemini kedua untuk memperbaiki risiko keamanan pada integrasi awal. Situasi ini memperkuat peringatan Apple kepada pengguna iPhone yang mengutamakan privasi.
Menurut pakar keamanan digital dari Surfshark, perkembangan browser berbasis AI justru memperkuat praktik pelacakan data yang sulit terdeteksi. Apple menilai kondisi ini sebagai ancaman nyata bagi pengguna iPhone, sehingga Safari dipromosikan sebagai pilihan yang paling aman, terutama untuk aktivitas browsing privat.
Meski Chrome masih menjadi browser terpopuler di dunia dengan lebih dari 3 miliar pengguna, Apple menegaskan bahwa memilih browser seharusnya menjadi keputusan sadar, bukan akibat jebakan antarmuka.
Bagi pengguna iPhone dan Mac, pesan Apple jelas: jika privasi adalah prioritas utama, Safari layak dipertimbangkan sebagai opsi terbaik saat ini.
Referensi:
DetikInet
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kasus dugaan pencurian terjadi di salah satu resort di kawasan Ubud, Bali. Seorang warga negara asing (WNA) asal India diduga...
Seorang pria berusia 39 tahun diamankan aparat kepolisian di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, setelah diduga melakukan pelecehan terhadap tiga anak...