Alasan Foodcourt Ditempatkan di Lantai Teratas Mal, Ternyata Tidak Sembarangan

Penempatan foodcourt di lantai teratas mal bukan tanpa alasan. Simak penjelasan konsep, strategi tenant, dan perilaku pengunjung menurut ahli. (Foto: rri.co.id)

Penempatan foodcourt di lantai teratas mal bukan tanpa alasan

Foodcourt atau pujasera hampir selalu ditemukan di lantai paling atas setiap mal. Pengunjung pun sudah terbiasa menjadikan lantai atas sebagai tujuan mengisi perut setelah berkeliling. Namun, penempatan ini ternyata tidak dilakukan secara acak. Ada strategi bisnis dan perilaku konsumen yang menjadi dasar konsep tata letaknya.

Strategi Anchor Tenant dan Pola Pergerakan Pengunjung

Menurut Bambang Ekajaya, Wakil Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia, konsep dasar pusat perbelanjaan adalah menempatkan anchor tenant atau penyewa besar di lokasi yang kurang strategis. Tujuannya untuk menarik pengunjung agar mau menuju area tersebut. Hal yang sama diterapkan pada penempatan pujasera.

“Fungsinya menjadi daya tarik orang ke lokasi tersebut, termasuk foodcourt yang merupakan kebutuhan pengunjung mal,” kata Bambang.

Karena foodcourt merupakan tujuan yang pasti dicari pengunjung, mal menempatkannya di lantai paling atas. Pola ini membuat pengunjung harus melewati lantai demi lantai sebelum mencapai area makan. Dengan strategi tersebut, trafik pengunjung akan tersebar dan tidak hanya terpusat di lantai bawah.

Konsep ini diterapkan untuk mendorong potensi belanja tambahan. Ketika pengunjung menuju lantai atas, mereka akan melihat berbagai toko sepanjang perjalanan, sehingga peluang transaksi impulsif meningkat. Secara bisnis, hal ini membantu meratakan keramaian dan profit di seluruh lantai.

Faktor Eksklusivitas, Operasional, dan Perilaku Pengunjung

Beberapa alasan lain turut memperkuat penempatan foodcourt di bagian atas bangunan.

Eksklusivitas dan Kebutuhan Ruang
Foodcourt memerlukan area yang luas karena harus menampung banyak gerai makanan serta area tempat duduk besar. Menempatkannya di lantai atas memberikan ruang maksimal tanpa mengganggu penyebaran tenant lain.

Kemudahan Operasional dan Ventilasi
Berdasarkan karakter operasional restoran, area memasak membutuhkan ventilasi optimal dan saluran pembuangan yang besar. Menempatkan foodcourt di lantai atas memudahkan pengaturan sirkulasi udara dan mengurangi potensi gangguan aroma kepada pengunjung di lantai bawah.

Perilaku Konsumen dan Psikologi Pengunjung
Aroma makanan mudah menarik perhatian. Jika foodcourt ditempatkan di lantai dasar, pengunjung mungkin langsung menuju area makan dan melewatkan toko lainnya. Dengan menempatkannya di lantai atas, pengunjung lebih dulu berjalan melewati berbagai tenant.

Penempatan Strategis untuk Mendorong Eksplorasi
Foodcourt sering menjadi tempat pengunjung menghabiskan waktu. Dengan posisi di atas, perjalanan menuju area makan memberikan peluang lebih besar bagi tenant lain untuk dilihat dan dikunjungi.

Penataan ini terbukti menjadi strategi efektif dalam mengelola arus pengunjung. Selain memberikan pengalaman berbelanja yang lebih lengkap, konsep tersebut juga menjaga keseimbangan trafik di seluruh lantai mal.

Referensi:
Kompas

📚 ️Baca Juga Seputar Properti

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Properti Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia properti — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED