Perusahaan kecerdasan buatan asal Amerika Serikat, Anthropic, resmi meluncurkan Project Glasswing, sebuah inisiatif yang dirancang untuk menghadapi ancaman siber berbasis AI dengan memanfaatkan teknologi AI itu sendiri.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap perkembangan AI yang tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga membuka celah baru dalam keamanan digital. Berdasarkan penjelasan resmi Anthropic, proyek ini bertujuan untuk melindungi perangkat lunak krusial yang menjadi fondasi berbagai layanan digital modern.
Menurut Anthropic, proyek ini tidak dikerjakan sendirian. Sejumlah perusahaan teknologi besar turut dilibatkan sebagai mitra, mulai dari Amazon Web Services, Apple, Google, Microsoft, Nvidia, hingga Cisco, CrowdStrike, JPMorgan Chase, Linux Foundation, dan Palo Alto Networks.
” Tidak ada satu organisasi pun yang dapat melakukan ini sendirian; pengembang AI terdepan, perusahaan perangkat lunak, peneliti keamanan, pengelola open source, dan pemerintah, semuanya memiliki peran penting untuk dimainkan,” demikian pernyataan Anthropic.
Selain menggandeng perusahaan besar, Anthropic juga membuka akses Project Glasswing kepada lebih dari 40 organisasi lain yang terlibat dalam pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur perangkat lunak penting.
Gunakan Model AI Canggih untuk Deteksi Ancaman
Dalam implementasinya, Project Glasswing memanfaatkan model AI terbaru milik Anthropic, yaitu Claude Mythos Preview. Model ini diklaim memiliki kemampuan tinggi dalam memahami, menganalisis, hingga memodifikasi perangkat lunak yang kompleks.
Teknologi ini dirancang khusus untuk mendeteksi kerentanan sistem, termasuk celah keamanan yang belum pernah ditemukan sebelumnya atau dikenal sebagai zero-day. Anthropic mengungkapkan bahwa model ini telah berhasil mengidentifikasi ribuan potensi celah pada berbagai sistem penting, mulai dari infrastruktur digital hingga browser web.
Namun, saat ini Claude Mythos Preview masih tersedia dalam tahap research preview terbatas, sehingga hanya dapat diakses oleh peserta tertentu dalam proyek ini.
Dari sisi biaya, model ini dibanderol sebesar 25 dolar AS atau sekitar Rp 426.442 untuk setiap satu juta token input, serta 125 dolar AS atau sekitar Rp 2,1 jutaan untuk satu juta token output.
Akses terhadap model ini juga telah tersedia melalui berbagai platform cloud besar seperti Claude API, Amazon Bedrock, Google Cloud Vertex AI, dan Microsoft Foundry.
Untuk mendukung pengembangan proyek, Anthropic menyediakan kredit penggunaan hingga 100 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,7 triliun bagi para peserta selama fase penelitian berlangsung.
Melalui Project Glasswing, Anthropic berharap kolaborasi lintas industri dapat memperkuat sistem pertahanan digital global dan menghadirkan pendekatan baru dalam menghadapi ancaman keamanan di era AI.
Referensi:
Kompas Tekno